“Setelah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.” (Mat. 1: 24-25)
Segala sikap dan tindakan orang, di sana terkandung konskwensi yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Misalnya, kalau seseorang telah menawar sejumlah harga sebuah sepeda, dan penjual telah sepakat dengan harga itu, maka pembeli itu harus membeli sebagai konskwensi telah menawarnya. Jika hal itu tidak dilaksanakan, pembeli akan dikatakan tidak konskwen dengan tawarannya.
Yusuf seorang pemuda yang baik yang bertunangan dengan Maria, semula bermaksud memutuskan ikatan pertunangannya dengan diam-diam karena terbukti Maria telah hamil. Hatinya sudah bertekat bulat melaksanakan pemutusan ikatan pertunangan itu, Yusuf tidak kuasa menahan gejolak hatinya yang kecewa karena kehamilan tunangannya itu. Namun di saat tekatnya akan dilaksanakan, Yusuf didatangi malaikat Tuhan dalam mimpi agar mengurungkan niatnya, karena anak dalam kandungan Maria adalah karena Roh Kudus, kata malaikat Tuhan itu. Lagi pula anak tersebut kelak akan menjadi Juruselamat dunia yang akan membebaskan dunia dari dosa dan akibat dosa. Anak tersebut merupakan penggenapan akan janji Allah kepada manusia tentang Mesias (Mat. 1: 20-23).
Setelah bangun dari tidurnya, tanpa berpikir panjang, Yusuf memutuskan dengan mantab mengurungkan niatnya semula untuk memutuskan ikatan pertunangannya dengan Maria, lalu mengambil Maria sebagai isterinya yang sah. Karena kepeduliannya akan perintah Tuhan, maka Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sampai bayi yang dalam kandungan Maria itu lahir. Setelah bayi itu lahir, ia menamakan bayi itu Yesus, seperti yang diperintahkan Tuhan kepada dirinya dan Maria (Mat. 1: 24-25). Apa yang dilakukan Yusuf ini adalah sikap dan tindakan yang konskwen terhadap apa yang diyakininya. Dia melakukan apa yang diyakininya karena percaya itu adalah kebenaran yang tak terbantahkan. Betapa hebat dan luar biasa apa yang dilakukan Yusuf itu, teladan istimewa bagi anak-anak Tuhan pada masa kini.
Apakah bapak, Ibu dan Saudara sudah mengenal Tuhan Yesus, sudah percaya dan memercayakan hidup kepada-Nya? Ingatlah, jika jawabannya sudah, berarti Bapak, Ibu dn Saudara semua percaya akan penggenapan akan janji-janji Allah dalam diri Tuhan Yesus. Kepercayaan ini mengandung konskwensi, haruslah kita melakukan apa yang menjadi perintah-Nya. Sudahkah kita melakukannya? Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI14122021)
Pokok Doa:
- Doakan kegiatan persekutuan WBI hari ini, jemaat dapat hadir, setia dan mendapatkan makanan rohani yang menyehatkan, memberi kekuatan dan meningkatkan imunitas;
- Doakan untuk pengurus WBI dan PBI dapat melayani dengan hati dan diberikan hikmat Tuhan;
- Para penginjil baik para misionaris, para pendeta, para diakon, para panitia dan jemaat terkhusus di GBIK dapat mengkabarkan Firman Tuhan dengan baik dan banyak jiwa yang dimenangkan;
- Doakan Para pengurus gereja dari gembala sidang, asisten gembala sidang, para diakon, karyawan gereja, panitia perancang serta para petugas yang ditunjuk dapat memberikan pelayanan yang baik, diberikan kesehatan dan hikmat untuk kemuliaan Tuhan;
- Doakan setiap acara natal yang akan diadakan oleh panitia yang terkait supaya berjalan dengan lancar dan tetap mematuhi prokes yang ada;
