“Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.” (Rm. 8: 29)
Berbicara mengenai anak sulung, berarti kita bicara dalam kebesamaan suatu keluarga, di mana ada beberapa anak dalam keluarga tersebut. Karena menyangkut sejumlah orang, maka mesti ada aturan yang mengatur kehidupan dalam kebersamaan itu. Aturan yang dibuat, disepakati untuk dilaksanakan sehingga dalam keluarga tersebut terjadi keharmonisan hidup. Di sinilah peran orang tua menentukan, dan peran anak sulung dalam memberi contoh adik-adiknya tidak kalah pentingnya.
Berdasarkan pada ayat nats hari ini, kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus disebut sebagai “Anak Sulung di antara banyak saudara.” Apa maksud pernyataan tersebut? Dalam hal ini mari kita memperhatikan beberapa ayat berikut ini:
- Yesus adalah Anak Allah. Ada banyak ayat-ayat Alkitab yang secara tersirat maupun tersurat yang mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah. Banyak pihak mengatakannya misalnya: setan yang menggoda-Nya (Mat. 4: 3,6), orang yang kerasukan setan (Mat. 8: 29), orang banyak yang melihat Dia berjalan di atas air (Mat. 14: 33), Petrus mewakili murid-murid-Nya (Mat. 16: 16), kepala pasukan dan prajurit-prajurit yang menjaga sewaktu Ia disalib , ketakutan saat terjadi gempa dan mengatakan “Sungguh, Ia ini Anak Allah.” (Mat. 27: 54) dan Tuhan Yesus sendiri mengatakan setelah ditanya oleh Imam Besar di hadapan Mahkamah Agama (Mat. 26: 62-64).
- Setiap orang percaya adalah anak-anak Allah. Huruf pertama “A” pada kata Anak Allah menunjuk pada pribadi Tuhan Yesus, sementara huruf pertama “a” yang dipakai pada kata anak-anak Allah menunjuk kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Hal ini tertulis jelas dalam Yoh. 1: 12, “Tetapi semua orang yang menerima-Nya, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Juga yang terdapat dalam Roma 8: 16, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.”
Dari dua pernyataan tersbut di atas, kita menyadari bersama bahwa benar jika dinyatakan Tuhan Yesus adalah yang sulung dari kita sebagai anak-anak Allah, yang layak menjadi panutan dalam hidup kita. Memang Ia yang adalah Tuhan telah menjadi teladan hidup istimewa kita dalam kasih yang tiada bandingnya. Mari kita sambut dan rayakan kelahiran-Nya dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Tuhan Yesus memberkati kita semua, Amin.
(RI07122021)
Pokok Doa:
- Doakan untuk pemerintah dapat mencegah penyebaran covid varian baru dengan membatasi pergerakan masyarakat dalam rangka natal dan tahun baru, mengucap syukur atas penurun yang terpapar sudah turun dan yang sudah dipulihkan serta terus menerus penerapan protokol kesehatan dilakukan;
- Doakan kegiatan persekutuan WBI hari ini, jemaat dapat hadir, setia dan mendapatkan makanan rohani yang menyehatkan, memberi kekuatan dan meningkatkan imunitas;
- Doakan Para pengurus gereja dari gembala sidang, asisten gembala sidang, para diakon, karyawan gereja, panitia perancang serta para petugas yang ditunjuk dapat memberikan pelayanan yang baik, diberikan kesehatan dan hikmat untuk kemuliaan Tuhan;
- Doakan paramedis dan relawan covid yang bertugas untuk diberikan kekuatan, kesehatan serta kesabaran, juga untuk keluarganya.
