“Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.” (Matius 19:29)
Tidak sedikit orang Kristen berharap dengan melayani Kristus kehidupannya akan diberkati secara melimpah, terlepas dari masalah atau kesulitan. Namun kehidupan kita didunia masalah dan situasi sulit masih bisa terjadi. Jadi apa yang membedakan dengan orang lain diluar Tuhan dengan tantangan hidup sama semakin berat, Dilihat dari kacamata kehidupan yang ada orang-orang dunia sepertinya jauh lebih baik. Akhirnya kita tergoda, selalu mengeluh, menggerutu dan bertanya upah melayani Yesus. Tidak sedikit pula salah memberi pengertian bahwa mengikut Yesus, disana kamu akan menemukan orang orang yang bisa menolong dalam kesusahan. Orang yang merasakan berkat duniawi atau hal duniawi akan merasakan kecewa bila yang didapati berbeda yang dimaksud. Demikian halnya dengan pelayanan kita, bila mengharapan upah dari Allah hanya berupa berkat duniawi maka kita akan merasa kecewa. Paulus pernah mengalami pergumulan yang sama. Ia merasa banyak berkorban dalam mengikut Yesus. Bagaimana Paulus merasakan tidak dianggap sebagai rasul, tidak mendapat kebutuhan hidup yang seharusnya didapat menurut Firman Tuhan. Tetapi upah yang didapat Paulus adalah dari Allah, yaitu dia dipercayakan untuk memberitakan injil Yesus. Demikian Petrus pernah mengalami pergumulan yang sama. Ia merasa banyak berkorban dalam mengikut Kristus: kehilangan tempat tinggal, sumber, kenyamanan hidup, dan kebersamaan dengan keluarga. Tentunya ia berharap mendapatkan upah dari Tuhan selama di dunia. Apa jawaban Tuhan? Firman Tuhan mengatakan : “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.” (Matius 19:29).
Berbicara tentang upah, seringkali orang hanya fokus pada uang, harta, kuasa atau kekayaan materi. Yesus sendiri menegaskan bahwa setiap orang yang mau berjerih lelah bagi-Nya dan kerajaan-Nya akan mendapatkan upah yang jauh lebih berharga dan lebih mulia dibandingkan dengan kekayaan materi sebesar apa pun. Bila kita mengutamakan Tuhan, mencari kerajaan dan kebenaran-Nya maka semuanya akan ditambahkan kepadanya (Matius 6:33).
Mengikut bukan arti berapa lamanya, karena yang dinilai ketaatan untuk mencari kerajaan-Nya dan melakukan kehendak-Nya, sehingga mau dipimpin oleh Nya dengan berbakti dinyatakan pada kehidupan kita. Kebenaran Tuhan terpisah dari dunia sehingga dalam Kristus ada damai dan suka cita yang kelak kita akan dibawa dalam kerajaan Sorga.
Apa pun tantangannya jangan pernah jauh dari Tuhan, sebab penderitaan sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18). Amin.
Tuhan Yesus memberkati.
(MS04122021)
Pokok Doa:
- Doakan pelayanan Ibadah Doa Fajar secara online dan persiapan Guru SM hari ini dapat diikuti dengan baik;
- Doakan kinerja Kementerian Agama dalam menolong masyarakat beribadah di seluruh NKRI;
- Doakan pelaksanaan Ibadah Anak hari ini akan memuliakan Tuhan Yesus untuk pertumbuhan anak2x di GBIK.
