“Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.” (2 Yohanes :8,9)
Renungan kita hari ini diangkat dari Surat kedua Rasul Yohanes kepada seorang wanita beserta anak-anaknya yang sangat dia kasihi. Rasul Yohanes menyebutnya sebagai ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar dia kasihi (1:1).
Ada beberapa pendapat siapa “ibu” yang disebut sebagai penerima surat ini. Ada yang berpendapat bahwa “ibu” ini benar-benar seorang ibu yang dihormati oleh Yohanes dan juga orang lain. Kemungkinan dia adalah seorang janda, karena Rasul Yohanes tidak menyebutkan nama suaminya. Dia memiliki beberapa orang anak. Ada beberapa di antara mereka yang menjadi orang Kristen dan sebagian lagi tidak.
Ada juga yang berpendapat bahwa “ibu” ini adalah gereja. Bentuk dari surat Rasul Yohanes ditujukan kepada gereja. Adalah hal yang biasa menyebut gereja sebagai mempelai perempuan. Jadi orang-orang yang dipilihTuhan, yang dekat dengan Tuhan normal disebut gereja. Anak-anaknya adalah anggota gereja.
Sipapun “ibu” yang menjadi penerima surat ini apakah dia benar-benar seoang ibu atau sebuah gereja, Alkitab menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang baik dan setia. Ibu atau gereja itu mampu menjaga hidupnya dan anak-anaknya tetap setia dan taat kepada Tuhan.
Hal ini menyebabkan Rasul Yohanes bersukacita. Rasul Yohanes bersukacita karena ibu atau gereja ini tetap mampu memimpin anak-anak atau anggota gerejanya tetap setia melakukan perintah Tuhan di tengah-tengah ajaran yang menyesatkan. Juga pada saat itu tidak mudah untuk menjadi pengikut Kristus. Selain guru-guru palsu dan ajaran sesat, juga ada banyak penderitaan yang dihadapi orang Kristen.
Rasul Yohanes menasihati ibu ini atau gereja serta kita sekalian untuk tetap setia kepada ajaran Kristus. Kita tidak membiarkan ajaran-ajaran sesat masuk ke dalam rumah tangga dan gereja kita. Firman Tuhan ini mengajarkan ajaran yang benar dan tetap melakukan pelayanan kasih. Tetap mengasihi dan melayani dengan kasih adalah merupakan tantangan tersendiri dalam keadaan yang penuh kesulitan dan penderitaan. Di tengah-tengah penderitaan kita tergoda untuk mementingkan diri sendiri. Semangat kasih kita mudah sekali memudar. Rasul Yohanes meminta kita untuk tetap melakukan pelayanan kasih: “Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu — bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya — supaya kita saling mengasihi. Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya” (2 Yohanes 1:5, 6).
Tuhan Yesus memerintahkan kita : “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi ” (Yohanes 13: 34,35).
(JET03122021)
Pokok Doa:
- Doakan persiapan para guru SM untuk rencana perayaan Natal 2021 di kelas masing2x;
- Doakan program pemerintah untuk masyarakat prasejahtera;
- Doakan pelayanan pengabaran Injil oleh jemaat GBIK , kiranya makin bertambah jiwa yang dimenangkan bagi Kristus.
