“Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (1 Kor. 3: 14-15)
Banyak orang Kristus yang belum memahami makna sebuah pelayanan bertanya: Apakah kita akan menerima upah karena pelayanan kita kepada Tuhan? Bukankah di sorga nanti kita bertemu Tuhan itu sudah cukup sebagai upahnya? Apakah bedanya upah orang percaya yang melayani Tuhan dengan yang tidak pernah melayani Tuhan? Apakah bedanya upah orang yang giat dalam pelayanan dengan orang yang bermalas-malasan dalam pelayanan?
Kita harus membedakan antara anugerah/kasih karunia yang diberikan Tuhan kepada semua orang yang percaya kepada-Nya, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Ef. 2: 8) dengan upah yang Tuhan berikan sebagai hasil jerih lelah kita, “Jangan sesat, Allah tidak memberikan dirinya untuk dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Gal. 6: 7). Melalui penebusan Kristus, Allah memberi karunia keselamatan kepada semua orang percaya yaitu hidup kekal. Namun selain itu Allah juga memberikan upah atas jerih lelah dan juga pelayanan orang percaya selama hidup di dunia. Perhatikan beberapa ayat berikut ini : “Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba atau orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.” (Ef. 6: 8). “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” (Kol. 3: 23-24).
Namun demikian, semua itu belum dapat kita pastikan wujudnya, semua itu merupakan pernyataan Tuhan akan adanya upah bagi pelayan-pelayan-Nya. Kita hanya akan mengetahui wujud dari upah itu secara riil nanti setelah kita semua berada di sorga yang mulia. Selama masih berada di dalam dunia, barangkali upah itu dapat kita rasakan adalah adanya kebaikan, penghormatan dari orang-orang yang kita layani. “Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.” (1 Tim. 5: 17). Tetapi harus diingat dengan sungguh-sungguh, hal seperti itu hanyalah efek samping yang tidak selalu demikian, jangan menjadikannya sebagai tujuan dalam melayani. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI30112021)
Pokok Doa:
- Doakan persekutuan WBI dan PBI hari ini berjalan dengan baik dan memuliakan Tuhan Yesus;
- Doakan persiapan panitia Natal Gereja 2021;
- Doakan kesehatan bayi-bayi dan balita yang ada di SM Kelas Asuhan gereja kita.
