“Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yag tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”” (1 Kor. 2: 9)
Setiap kita melakukan suatu aktivitas tertentu, ada tujuan yang diharapkan dicapainya. Melakukan sesuatu tanpa tujuan seperti kaki melangkah tanpa tahu akan ke mana kaki ini dibawa. Demikian juga sebagai anak-anak Tuhan kita didorong untuk setia melayani-Nya sesuai dengan talenta dan kesanggupan yang kita miliki. Di sana ada motivasi, ada pendorong, ada arah tujuan, ada sesuatu yang dirindukan, da ada berbagai pertimbangan yang mengiringinya.
Bagian akhir ayat nats kita hari ini menyatakan ada sesuatu yang Tuhan siapkan bagi anak-anak Tuhan yang mengasihi-Nya. Dua hal yang mengemuka dalam bagian firman-Nya tersebut adalah motivasi yang dimilikinya (mengasihi Dia) dan upah/sesuatu yang disediakan Tuhan untuk mereka yang mengasihi-Nya.
- Motivasi dalam melayani Tuhan. Dengan jelas disebutkan, seseorang akan melayani Tuhan karena alasan mendasar yakni mengasihi Tuhan. Tanpa adanya kasih yang sejati, seseorang sulit untuk melakukan tindakan nyata melayani Tuhan. Orang bisa saja kelihatan secara fisik melayani dengan baik, tetapi motivasi yang sejati akan teruji dengan waktu, akan teruji dengan berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelayanannya. “Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.” (1 Kor. 3: 12-13).
- Upah pelayan Tuhan. Pelayan sejati akan nampak jelas di saat ada persoalan dalam pelayanan, bagaimana cara menanggapi dan menyelesaikan persoalan itu. Jika teruji pelayanannya dilakukan dengan motivasi yang benar, maka ia akan mendapatkan sesuatu yang tidak pernah dilihat, tidak pernah didengar dan tidak pernah timbul dalam hatinya. Ini berarti sesuatu yang Tuhan rahasiakan yang akan dianugerahkan bagi pelayan sejati tersebut.
Hari ini Tuhan tidak menunjukkan apa yang akan diberikan kepada pelayan sejati-Nya, tetapi Dia ingin melihat motivasi yang sesungguhnya yang ada dalam hati dan pikiran pelayan-pelayan-Nya. Mri kita lihat diri kita masing-masing, apakah dalam pelayanan, kita memiliki motivasi yang benar yakni karena kita mengasihi-Nya dengan sepenuh sungguh-sungguh. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI29112021)
Pokok Doa:
- Doakan hikmat bagi anak- anak dalam PAS ( Penilaian Akhir Semester) , dikerjakan dengan jujur dan untuk kemuliaan Tuhan Yesus;
- Doakan hikmat bagi pemerintah dalam menolong masyarakat menghadapi dampak musim hujan di bidang pertanian;
- Doakan hikmat Tuhan Yesus bagi Panitia keuangan yang membuat RAB gereja 2022.
