“Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Lukas 14:22-23)
Dalam Injil Lukas 14:15-24 ini, dipaparkan oleh dokter Lukas yang dipakai oleh Roh Kudus menulis Injil ini, bahwa pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan. Semua yang hadir dalam perjamuan makan itu mengamat-amati Yesus dengan saksama. Ketika Yesus melihat orang- orang yang diundang makan itu berusaha untuk menempati tempat-tempat duduk kehormatan, Tuhan Yesus lalu mengajar mereka bagaimana cara duduk bila diundang ke suatu perjamuan.
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”
Kemudian, dengan menggunakan ilustrasi, Tuhan Yesus mengajar mereka tentang seorang yang mengadakan perjamuan besar. Tuan yang mengadakan perjamuan itu mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, tuan itu menyuruh hambanya untuk mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.” Kemudian kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu . . .” (14:21).
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, mengapa tuan yang punya pesta itu murka? Dia murka karena orang orang-yang diundang tetapi tidak mau datang. Itu berarti mereka tidak menghargai undangannya. Mereka memberi alasan yang dicari-cari. Orang yang memberi alasan bahwa dia baru membeli tanah dan yang seorang lagi baru membeli lima lembu kebiri dan harus melihatnya, sebenarnya hal itu bisa ditunda keesokan harinya seandainya mereka menghargai Undangan dari tuan yang mengundang mereka ke perjamuannya. Bukankah tanah dan lembu kebiri itu semuanya sudah menjadi milik mereka? Demikian juga orang yang memberi alasan baru menikah sehingga dia tidak boleh pergi. Dia memakai alasan dalam Perjanjian Lama, Ulangan 24:5: “Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya.” Orang ini tidak diundang untuk pergi berperang, dia diundang ke perjamuan. Pasti sang Pengundang itu senang jika dia datang bersama istrinya.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, penuturan Tuhan Yesus ini mengingatkan kita sebagai pengikut Yesus bahwa ada misi Tuhan untuk kita semua, yaitu mengundang dan membawa orang masuk ke Rumah Bapa. Pesta perjamuan besar sudah siap. Tuhan Yesus telah mengorbankan darah-Nya sebagai Anak Domba Allah di atas kayu salib untuk menebus dosa kita. Kita akan menghadapi orang –orang yang tidak tertarik akan undangan yang kita sampaikan. Mereka akan memberi alasan-lasan yang menyatakan bahwa mereka lebih tertarik kepada perkara-perkara duniawi. Tetapi Tuhan Yesus meminta kita untuk terus mengundang orang sebab: “Rumah-Ku harus penuh”.
Dalam cerita Tuhan Yesus selanjutnya, tuan itu menyuruh hambanya: “Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Dan ketika hambanya mengatakan:: “Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan. Tetapi sekalipun demikian masih ada tempat” (14:22).
Sebagai penutup SRHI hari ini, mari melihat bahwa tuan penyelenggara pesta itu yang dalam ilustrasi ini adalah Allah, Ia mengundang semua golongan orang. Walaupun ada yang menolak undangan-Nya, Dia tidak putus asa. Dia terus mengirimkan hamba-Nya, yaitu KITA, agar kita mengundang dan membawa siapa pun yang kita temui, di manapun mereka berada untuk datang kepada Tuhan Yesus.
Inilah yang diinginkan oleh Tuan itu: “Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Lukas 14:23).
Itulah yang menjadi misi Tuhan Yesus kepada kita semua, kita harus terus memberitakan undangan-Nya karena, “RUMAH-KU HARUS PENUH”
(JET26112021)
Pokok Doa:
- Doakan persiapan para guru SM untuk rencana perayaan Natal 2021 di kelas masing2x;
- Doakan program pemerintah untuk masyarakat ekonomi mikro di tahun 2022;
- Doakan pelayanan pengabaran Injil oleh jemaat GBIK , kiranya makin bertambah jiwa yang dimenangkan bagi Kristus.
