“Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.“ (Kis. 2: 36)
Ayat nats tersebut di atas adalah bagian akhir dari khotbah Petrus pada saat hari Pentakosta. Dengan kepenuhan Roh Kudus yang Allah turunkan, Petrus dengan lantang berkhotbah tentang siapa Yesus Kristus bagi dirinya, bagi orang-orang yang sudah percaya kepada-Nya dan seharusnya bagi orang-orang Israel yang mendengar khotbah tersebut. Pertanyaan besar yang mengemuka adalah, kekuatan dari mana yang memampukan Petrus melakukan semua itu?
Ingatlah ketika para murid termasuk Petrus mengalami ketakutan yang luar biasa setelah kematian Yesus, di saat mereka berkumpul di lantai dua rumah yang ditempatinya dengan semua pintu tertutup rapat, Tuhan Yesus datang menguatkan, memberi sukacita dan menghembusi murid-murid itu dengan Roh Kudus. (Yoh. 20:19-22). Pada saat hari raya Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di suatu tempat, Tuhan menurunkan Roh Kudus bagi mereka dalam bentuk lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. (Kis. 2: 1-3). Dua peristiwa itulah yang memampukan Petrus melakukan khotbah yang berapi-api seperti tertulis dalam Kisah Para Rasul 2: 14-36). Rupanya visi yang diterimanya dari Tuhan Yesus telah memacu dirinya untuk merumuskan, menggumuli dan melakukan misi dalam seluruh hidupnya dengan tindakan nyata. Petrus tanpa ada rasa takut melakukan pelayanan kepada banyak orang dengan misi yang jelas.
Hal tersebut di atas mengajarkan kepada kita sebagai orang-orang percaya, sudahkah kita menerima dengan bulat visi yang Tuhan Yesus berikan, seperti yang diberikan kepada murid-murid-Nya, “…. Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yoh. 20:21). Tuhan mengutus kepada semua orang percaya untuk bersaksi kepada semua orang, tentang siapakah Tuhan Yesus bagi dirinya, apa yang sudah dilakukan bagi dirinya, dan jaminan keselamatan yang diberikan kepada dirinya. Petrus dan semua murid-murid-Nya telah melakukan tugas itu, misi itu, apakah kita sebagai orang percaya pada masa kini telah melakukannya? Hendaknya visi yang dari Tuhan Yesus kita jadikan dasar untuk melaksanakan misi menjangkau, melayani orang yang memerlukan uluran tangan kita, agar mereka pada akhirnya juga menerima keselamatan dari Tuhan Yesus. Selamat melayani, selamat melaksanakan misi melalui pelayanan demi pelayanan kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI22112021)
Pokok Doa:
- Doakan hikmat bagi kita semua menjaga kesehatan di masa penghujan;
- Doakan hikmat bagi pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid 19;
- Doakan proses pembelajaran akhir semester ganjil bagi siswa SD- SMA , kiranya diberikan kesehatan.
