“Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.”
(1 Petrus 5:3)
Ada beberapa orang beranggapan bahwa pemimpin adalah orang yang paling berkuasa untuk memerintah, mengatur dan yang mengendalikan sesuatu. Mereka mempunyai kuasa atau otoritas dalam memutuskan dan umumnya tidak mau dikritik apalagi disalahkan. Maka timbul ada guyonan sebagai berikut : pasal 1, pemimpin tidak pernah salah, pasal 2 apabila pemimpin salah maka lihat kembali pasal 1.
Ini juga kadang dibenarkan oleh bawahannya. Apa yang diperintahkan pemimpin benar atau salah harus dilaksanakan. Inilah dunia nyata yang kita hadapi. Yesus mengataka : Kamu tahu, bahwa pemerintah pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Matius 20:25-28).
Jelas perkataan Yesus kepemimpinan apapun harus memberi contoh keteladanan hidup. Pemimpin itu memimpin dengan tindakan, bukan hanya dengan perintah paksaan. Kita bisa menjadi teladan bagi banyak orang, dalam hal melakukan sesuatu yang berkenan kepada Tuhan. Itulah inti sebuah kepemimpinan. Rasul Petrus mengingatkan kepada kita bahwa seorang pemimpin sejati haruslah memiliki hati gembala seperti yang Tuhan Yesus lakukan. Ketika memimpin umat, Tuhan Yesus memposisikan diri-Nya bukan seperti orang yang memerintah atau memimpin dengan tangan besi, melainkan sebagai Gembala yang sedang menggembalakan kawanan domba-Nya. “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba domba-Ku dan domba domba-Ku mengenal Aku” (Yohanes 10:14). Seorang pemimpin sejati mengenal kawanan dombanya dengan baik, dan memiliki kepekaan. Telinga seorang pemimpin harus peka dengan suara orang lain dan suara bawahannya.
Seorang pemimpin harus menyadari bahwa orang-orang yang dipimpinnya itu bukanlah orang yang bisa diperlakukan seenaknya, melainkan yang dipercayakan Tuhan untuk dibimbing, dituntun dan diarahkan ke jalan yang benar. Karena itu kita harus mampu menjadi teladan atau berkat bagi yang dipimpinnya, bukan hanya sekedar memerintah. Inilah yang akan menimbulkan rasa hormat dari yang dipimpin.
Jadilah pemimpin yang mampu memberikan contoh hidup bagi orang lain dan sadar orang yang kita pimpin mempunyai potensi juga untuk mengembangkan diri.
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran, (Kolose 3:12).
Tuhan Yesus memberkati, Amin
(MS210821)
Pokok Doa:
- Doakan panitia HUT GBIK 2021 dalam mengatur kegiatan yang menyatukan jemaat dan memuliakan Tuhan Yesus;
- Doakan para guru SM dalam persiapan mengajar besok;
- Doakan Ibadah hari minggu berlangsung lancar dan memuliakan Tuhan Yesus;
- Doakan kondisi keamanan NKRI tetap terpelihara dengan baik;
- Doakan jemaat GBiK yg sakit;
