“Yesus berkata kepada mereka: “Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;”
(Matius 20:25-27)
Sejak semula ketika Allah menciptakan manusia, Allah telah menciptakan mereka memiliki potensi untuk menjadi pemimpin. Dalam Kejadian pasal 1 Allah berfirman: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Cara kepemimpinan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus berbeda dengan cara pemerintahan dunia ini. Pemerintahan dunia ini menempatkan diri mereka sebagai penguasa dan tuan atas orang-orang yang dipimpinnya. Tetapi Yesus mengajarkan pengikut-pengikutnya untuk menjadi hamba.
Dalam kitab Injil kita membaca Tuhan Yesus beberapa kali berbicara tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin. Dalam renungan hari ini, mari perhatikan satu cara memimpin yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Itu terdapat dalam Injil Matius 20:20-28. Di sana kita membaca ibu anak-anak Zebedeus yaitu Yakobus dan Yohanes, datang kepada Tuhan Yesus dan meminta agar kedua anaknya dapat duduk di sebelah kanan dan di sebelah kiri Tuhan Yesus dalam kerajaan-Nya. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.” Ketika murid murid yang lain mendengar permintaan kedua bersaudara itu, mereka menjadi marah. Kemudian Yesus mengajarkan kepada mereka bagaimana menjadi seorang pemimpin.
Tuhan Yesus berkata kepada mereka “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Tuhan Yesus mengajarkan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin, orang itu harus lebih dahulu suka dan rela melayani. Tuhan Yesus sendiri memberikan contoh seorang pemimpin yang rela melayani. Dalam Injil Yohanes 13:1-16 kita membaca Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Setelah selesai membasuh kaki murid-murid-Nya, Tuhan Yesus bertanya kepada mereka, “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu”. Ayat ini tidak mengajarkan tentang upacara cuci kaki. Di sini Tuhan Yesus mengajarkan kepada murid-murid-Nya pada waktu itu dan kepada kita sekarang, bahwa jika kita menjadi seorang pemimpin, kita harus jadi pemimpin yang rela melayani. Tuhan Yesus menjadi teladaan bagi kita bagaimana menjadi seorang pemimpin yang rela melayani.
Berikut ini adalah sedikit tambahan tentang jawaban Yakobus dan Yohanes bahwa mereka sanggup meminum cawan seperti yang harus diminum Yesus. Yakobus adalah rasul yang pertama mati syahid melalui pedang Herodes. Memang dia bukan martir yang pertama. Stefanuslah martir yang pertama. Tetapi Yakobus adalah rasul yang pertama mati syahid. Rasul Yohanes lebih lama hidup. Mungkin sekali dia mati dengan cara disalibkan. Tetapi sepanjang hidupnya sebagai seorang rasul, dia sangat menderita. Jadi kedua murid Yesus itu memang mengalami apa yang mereka sanggupi.
Apakah kita siap menjadi seorang pemimpin yang rela melayani?
(JET13082021)
Pokok Doa:
- Doakan Para pemimpin GGBI dalam persiapan MUBES , di beri hikmat dalam pelaksanaannya;
- Doakan rapat perancang hari ini , diberi hikmat Tuhan dalam mengembangkan pelayanan bagi jemaat GBIK;
- Doakan persiapan dan pelaksanaan Ibadah Doa dan KMBI di hari sabtu besok. Kiranya Para jemaat bisa hadir;
- Doakan Panitia Pubdok dan upacara gereja dalam melayani di bulan Agustus 2021, untuk kemuliaan Tuhan;
- Doakan jemaat GBIK yang sakit karena virus Covid diberikan kesembuhan;
