“Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: “Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Maksud mereka: Daud tidak sanggup ke mari. Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud.”
(2 Sam. 5:6-7)
Setelah Daud diurapi Samuel, hidup yang dilalui selalu dalam penderitaan, tetapi ia menghadapi semua itu dengan menantikan kehendak Allah dengan cara ia berdiam diri. Daud ditahbiskan menjadi raja pada usianya yang ketigapuluh, tetapi ia harus menunggu tujuh tahun enam bulan, baru ia benar-benar menjabat sebagai raja. Sikap Daud ini sangat baik untuk kita teladani apabila kita ingin mencapai sesuatu jangan mencapainya dengan cara kita, tetapi menunggu pimpinan dan kehendak Allah sehingga kita bisa seperti Daud yang ketika menjadi pemimpin membawa bangsa yang kuat. Apa rahasia dibalik kepemimpinan Daud? Perhatikan beberapa hal berikut ini!
- Dimana letak penyebab makin kuatnya Daud? (2 Sam. 5:7-10). Daud makin lama makin kuat karena Allah semesta alam menyertainya. Daud dapat mengatasi banyak ujian dan penderitaan, bukan tekad bajanya tetapi karena Allah semesta alam menyertainya. Demikian pula ia dapat mengalahkan musuh, makin hari makin kuat bukan karena kerajinan dan kekuatannya, tetapi karena Allah semesta alam yang menyertainya. Walaupun Daud lemah tetapi karena Allah menyertainya sehingga ia bisa melakukan perkara besar; iman keyakinan kepada Allah sebagai Imanuel cukup memberi penghiburan, kekuatan, dan pengharapan. Oleh karena itu, kenyataan Allah menyertai kita, menyebabkan kita menjadi orang yang diberkati.
- Apa yang menyebabkan posisi Daud sebagai raja semakin kuat? (2 Sam. 5:11-12). Daud makin hari makin kuat, makin kokoh posisinya, Negara sekitarnya mulai memberi upeti. Daud menganggap apa yang dicapainya hari ini adalah pebuatan Allah, seperti yang dikatakan Paulus, “Aku menjadi sebagaimana aku ada, adalah kasih karunia Allah” (1 Kor. 15:10). Nah dari sini kita sangat disadarkan bahwa sesungguhnya orang yang menerima kasih karunia itu banyak tetapi yang menyadari sangat sedikit. Pada waktu kedudukannya sudah tinggi, banyak harta, dimuliakan, dipuji, selalu menganggap bahwa itu karena kemampuannya sendiri, dan menyombongkan diri, lalu melupakan Tuhan. Sikap demikian adalah sikap yang salah kaprah, karena segala yang ada adalah kasih karunia dan berkat Allah.
Jadi sebagai umat Kristen, mari kita selalu mengandalkan Tuhan dan menyadari bahwa hari ini kita ada sebagaimana ada, semua adalah berkat Allah. Tuhan Yesus memberkati.
(AP11082021)
Pokok Doa:
- Doakan kesembuhan bagi masyarakat Indonesia di wilayah luar Pulau Jawa;
- Doakan jemaat GBIK menjadi saksi Kristus di wilayah kita masing2x;
- Doakan Ibadah Doa hari ini bisa berlangsung lancar dan memuliakan Tuhan;
- Doakan kondisi keamanan di wilayah NKRI diberikan keamanan dan di jauh kan dari usaha perpecahan kesatuan bangsa;
- Doakan jemaat GBiK yg sakit;
