“Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus, telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah memercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.”
(2 Kor. 5: 18)
Salah satu ciri orang Kristen, orang yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya adalah perubahan hidup dalam dirinya. Ini merupakan hal mutlak yang harus ada, tanpa perubahan hidup diragukan kepercayaannya. Perubahan itu adalah hasil dari kuasa Roh Kudus yang berkuasa atas hidupnya, di antara perubahan itu adalah memiliki hati seperti Kristus yakni melayani Tuhan dan melayani manusia.
Hidup melayani itu merupakan rancangan Tuhan sejak mula pertama Tuhan Allah menciptakan manusia. Manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1: 26), untuk memberikan kontribusi dalam dunia ini demi kehidupan di dunia yang damai dan tentram. Tugas yang semula menjadi tanggung jawab Tuhan Yesus itu, sekarang telah diestafetkan kepada kita berdasarkan atas ayat nats tersebut di atas. Tugas itu adalah melaksanakan misi Allah di dalam dunia ini untuk menjadikan dunia yang penuh dengan kemuliaan Tuhan. “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” (Yoh. 20: 21b).
Apa yang menjadi misi Tuhan Yesus ketika masih ada dalam dunia ini adalah menjadi misi kita orang percaya, karena kita adalah anggota tubuh Kristus (1 Kor. 12: 27) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Sang Kristus yang adalah Kepala kita. Kita semua adalah anggota tubuh Kristus, maka tidak ada kecualinya kita bertanggung jawab akan misi Kristus. Salah kalau kita mengatakan, persoalan misi, persoalam bersaksi, persoalan menjangkau orang bagi Kristus adalah urusan Pak Pendeta, para Diakon dan Penginjil yang belajar khusus untuk itu. Apa saya bisa dan mampu melakukannya? Pertanyaan klasik yang sering menjadi alasan untuk enggan melakukan misi Kristus. Petrus dan beberapa murid mula-mula, hanya seorang nelayan yang tidak sekolah teologia, tetapi karena dipanggil dan diutus, maka Tuhan memperlengkapi mereka dengan kemampuan dan kemauan untuk bermisi.
Ingatlah jikalau Petrus dan teman-temannya dilengkapi untuk mampu dan mau bermisi, maka pada masa sekarang pun Tuhan melengkapi kita yang dipanggil untuk menjadi percaya dan diutus melaksanakan misi Allah. Tugas melayani Tuhan bukanlah pilihan, himbauan. Ini adalah perintah, amanat, jika tidak melaksanakannya berarti kita tidak taat perintah Tuhan. Tuhan memberkati, Amin.
(RI07062021)
Pokok Doa:
- Doakan kegiatan Gereja berjalan dengan baik lancar, aman dan tertib akan Prokes dalam menjalankan ibadah offline dan live streaming;
- Doakan jemaat yang hadir saat ibadah offline agar semakin banyak yang hadir di ruang ibadah maupun lewat live streaming.
- Jauhkan bangsa kita dari segala kesesatan dunia. Berikan terus damai, persatuan, bagi seluruh rakyat Indonesia, agar patuh dan taat pd hukum yg berlaku, dan kepada pemerintah dalam negara kita RI;
- Pokok doa anggota kelompok.

SHALOM SEMUA UMAT,
ACTION IS LOUDER THAN WORDS
kata2 ini bole hibur saya yg masih kurang mampu cerita utk perkenalkan Yesus yg Penuh KASIH KEKAL ke orang2 yg temuan di jalan2. Semoga tiap
hari kegiatan dan aktivitas bisa juga ikut jadi saksi utk yg liat pekerjaan yg kita buat dgn ke terbatasan d lingkungan lingkaran bagian dalem sebelum keluar k lingkaran yg agak luas bagian luar.
Seperti perbuatan utk sesama kami yg ta berdaya d sekitar kami itu setara sama dgn perbuatan utk TUHAN PENCIPTA KAMI, bisa jadi alat peraga orang lain juga ikut buat hal yg sama sehingga hadir kepedulian bagi yg ta berdaya. Atau cukup dgn belajar cepat dengar lambat berkata kata bisa jadi alat peraga yg orang lain juga ikutan, misalkn di maki2 ta balas maki2 tetap jawab dgn ramah walaupun komen2 terdengar dapat sebutan : cari muka… penjilat dsb. Ternyata hanya karena tidak ikutan benci dgn kumpulan orang yg benci si”A”. Tentu ta bisa ya, karena itu kontras dgn buah roh : mengasihi!
Yach…. apa boleh buat yg penting Tuhan melihat
ACTION SPEAKS LOUDER THAN WORDS!
pun prosesnya bisa seumur hidop