“aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.”
(Lukas 18:12)
Ada pendapat orang yang berbeda mengenai persepuluhan. Bahkan ada yang belum mengerti apa itu persepuluhan. Dari besaran angka persepuluhan adalah jumlah digit angka yang ada dikurangi satu digit. Atau persepuluhan adalah satu persepuluh dari jumlah angka yang ada. Di dalam Alkitab persepuluhan adalah perintah Tuhan yang ada sejak awal. Pada jaman Perjanjian Lama pada kitab Kejadian 14:20. Abram ditemui dan diberkati oleh Melkisedek dan Abram memberikan sepersepuluh dari semuanya.
Di Dalam akhir Perjanjian Lama pada kitab Maleakhi 3:10 berbunyi : Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Firman Tuhan sejak dahulu sampai sekarang tidak pernah berubah.
Mereka yang telah melakukan persepuluhan akan membayar sepersepuluh dari seluruh penghasilan mereka; dan ini akan menjadi sebuah hukum tetap bagi mereka selamanya.
Dengan persepuluhan Kita melakukan pemberian dan juga membayar kewajiban.
Persepuluhan adalah hukum Allah bagi anak-anak-Nya. Pembayaran bersifat sukarela. Dalam hal ini, artinya kita memberikan karena kesetiaan serta ketaatan dan benar telah mengalami kebaikan Tuhan.
Kepatuhan kita bersifat sukarela tetapi bila ada penolakan untuk membayar persepuluhan tidaklah membatalkan atau mencabut hukum tersebut.
Jika ada orang yang mengatakan persepuluhan adalah sesuatu yang bersifat sukarela, apakah ini pemberian atau pembayaran dari suatu kewajiban? Ada perbedaan di antara keduanya. Pemberian adalah suatu tindakan memberi uang atau hak milik yang bersifat sukarela tanpa pamrih. Itu cuma-cuma. Tak seorang pun berkewajiban untuk melakukan itu. Jika persepuluhan adalah suatu pemberian, kita dapat memberikan apa pun sesuka hati kita, kapan pun sesuka hati kita, ataupun tidak melakukan pemberian sama sekali. Itu akan menempatkan Bapa Surgawi kita dalam kategori yang tidak mempunyai kuasa. Kita tidak mentaati hukum Allah, berhutang kepada Allah.
Tuhan telah menetapkan hukum persepuluhan, dan karena itu adalah hukum-Nya, jadi ada kewajiban, ketaatan menaati perintah perintah Nya dan menerima betkat Nya.
Persepuluhan bukanlah hanya ucapan syukur dan kepatuhan kepada Allah secara lahiriah. Akan tetapi karena anugerah Allah ada sebagaimana kita ada dengan keselamatan dan iman kepada Yesus Kristus. Kita dibebaskan dari belenggu hukum, dan kita disentuh oleh Roh Kudus serta merasakan kesatuan dengan Allah. Kita perlu pertobatan dan kerinduan akan Allah dengan kerendahan hati mengakui kita tidak layak hanya berserah kepada belas kasihan Tuhan. Bukan kita membandingkan apa yang orang lain telah lakukan, tetapi apa yang kita lakukan untuk menyatakan setia dan mentaati hukum Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
(MS05062021)
Pokok Doa:
- Lindungi dan berkati bangsa dan negara kita Indonesia dan jemaat Tuhan di seluruh dunia . Berikan hikmat dan kesehatan, dalam aktifitas/pekerjaan dan usaha kami masing-masing;
- Mari doakan kerukunan beragama dalam bangsa dan negara kita Indonesia, yang berpedoman pada empat pilar.
- Berikan hikmat dan kesehatan kepada Presiden RI, Joko Widodo, dan di bantu Wapres. Maaruf Amin, utk memimpin bangsa dan negara kami, dengan jujur dan adil dan juga dibantu para Menko/Menteri/Wamenteri, para Kepala Daerah, serta semua jajarannya sampai Kepala Desa/RT/RW, yg jujur dan adil serta bijak, menghadapi dan mengatasi segalanya;
- Pokok doa anggota kelompok.
