“Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, kemana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.”
(Yos. 1:7-8)
Allah selalu memiliki seseorang di setiap tempat. Orang yang dipakai Allah untuk menggantikan Musa adalah Yosua. Apakah yang kita tahu mengenai Yosua, yang dalam pembelajaran Sekolah Minggu tentang “Keluarga yang Menyembah Allah” kemarin kita telah banyak belajar darinya? Yosua adalah keturunan Efraim, anak Nun (1 Taw. 7:22-27). Namanya berarti “keselamatan”. Yosua tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat ia akan memimpin bangsa Israel. Tetapi itulah yang terjadi. Yosua memiliki beberapa sifat yang membuatnya dipakai oleh Allah. Kiranya ini menjadi pelajaran yang baik bagi setiap kita yang rindu dipakai oleh Allah.
- Orang yang dipakai Allah memiliki panggilan yang jelas (Yos. 1:1,5; Bil. 27:15-23). Salah Satu sumber kekuatan untuk kepemimpinan Kristen adalah panggilan Tuhan yang jelas. Tantangan, kritikan, pemberontakan, masalah yang dihadapi seorang pemimpin Kristen begitu banyak. Maka keyakinan akan panggilan Tuhan merupakan sumber kekuatan untuk menghadapi semuanya itu. Panggilan kita sebagai orang Kristen untuk melayani Tuhan tidak perlu secara luar biasa, dan panggilan kita tidak sama karena kita ini unik dan berbeda. Karena itu kita tidak boleh memakai sepatu orang lain, tetapi sepatu sendiri yang Tuhan tetapkan untuk berjalan pada jalan-Nya.
- Orang yang dipakai Allah adalah orang yang setia (Yos. 1:1). Yosua adalah pelayan Musa yang setia. Yosephus, ahli sejarah mengatakan bahwa Yosua hidup di Mesir 40 tahun dan menjadi hamba Musa di padang gurun 40 tahun. Ia menghadapi masa-masa yang sulit, mengalami kekurangan, melawan musuh, menghadapi laporan-laporan palsu dan berhadapan dengan raksasa-raksasa. Setelah 80 tahun pelayanan, Allah memilihnya menggantikan Musa. Jadi orang yang dipakai Allah untuk mengemban misi Illahi adalah orang yang setia, dan kesetiaan adalah bagian dari karakter dari Tuhan Yesus Kristus (Flp. 2:8-11).
- Orang yang dipakai Allah adalah orang yang penuh dengan firman Tuhan (Yos. 1:8). Allah berfirman kepada Yosua: “Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung” (Yos. 1:8). Membaca dan merenungkan firman Tuhan meyakinkan kita akan kuasa dan kehadiran Allah yang merupakan modal utama dalam melayani Tuhan dan memberi akal budi serta pengerian yang sangat menolong dalam pelayanan.
- Orang yang dipakai Allah adalah orang yang berani (Yos. 1:6-7, 9). Waktu 10 orang utusan Musa pulang dan memberi laporan palsu yang menakutkan, hanya Yosua dan Kaleb yang memberikan laporan yang menguatkan hati. Dimanapun dan kapanpun pekerjaan Tuhan yang besar hendak dilaksanakan, memerlukan sikap “berani”.
- Oarang yang dipakai Allah adalah orang yang tidak plin-plan (Yos. 24:14-15). Yosua adalah seorang pengambil keputusan dan seorang yang tegas. Ia dengan tegas mengambil keputusan untuk menyembah Allah saja dan bukan yang lain. Bukan saja ia tetapi dengan seisi rumah tangganya.
Mari Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Setialah selalu kepada-Nya ketika kita sudah memutuskan untuk mengikut-Nya meskipun perjalanan hidup kita dalam mengikut-Nya tidak lepas dari tantangan, tetapi yakinlah bahwa Allah kita akan selalu memberi semangat, kekuatan, dan keberanian asalkan kita tetap bersandar pada ketetapan firman-Nya. Tuhan Yesus memberkati.
(AP04052021)
Pokok Doa:
- Hikmat bagi pejabat pemerintah yang baru dilantik presiden: Bahlil Lahadalia (Menteri Investasi), Nadiem Anwar Makarim (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi), Laksana Tri Handoko (Kepala BRIN);
- Proses sosialisasi Pemerintah terkait larangan mudik dan kepatuhan masyarakat guna menurunkan angka penyebaran covid-19;
- Kebutuhan ekonomi jemaat GBIK dapat terus tercukupi. Kiranya jemaat yang membutuhkan pekerjaan bisa segera mendapatkan kerja yang sesuai.
