“Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceritakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu.”
(Luk. 24: 9,11)
Ada dua kemungkinan yang akan terjadi pada seseorang yang mendapat cerita/kesaksian yang tidak dilihatnya sendiri. Kemungkinan yang pertama adalah ia memercayai kesaksian itu, sedangkan kemungkinan kedua ia tidak percaya akan kesaksian itu. Memang membuat orang lain percaya apa yang menjadi kesaksian seseorang bukanlah perkara mudah, tetapi diperlukan kesungguhan dan kejujuran dari orang memberi kesaksian itu.
Ketika Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus sepulang dari melihat kubur Tuhan Yesus yang telah kosong karena memang Tuhan Yesus telah bangkit berdasarkan apa yang dilihat dan dikatakan malaikat Tuhan, mereka menceritakan semuanya kepada murid-murid Yesus yang lain, murid-murid yang lain itu tidak percaya. Oleh mereka, apa yang dikatakan perempuan-perempuan itu dianggap sebagai bualan semata, omong kosong yang tidak pelu dipercayai. Namun demikian walau tidak percaya, Petrus cepat-cepat pergi ke kubur Yesus. Ketika dilihatnya kubur Yesus telah kosong, ia hanya melihat kain kafannya saja. Dalam hati Petrus ada pertanyaan besar yang berkecamuk, apa yang telah terjadi pada tubuh Tuhan Yesus? (Luk. 24: 12).
Betapa degilnya sebelas murid-murid Yesus dan murid yang lainnya karena ketidakpercayaan mereka akan kebangkitan Tuhan Yesus. Mereka sudah melupakan apa yang pernah Tuhan Yesus sampaikan sebelumnya bahwa Anak manusia akan diserahkan kepada bangsa yang tidak mengenal Allah, diolok-olok, dihina, disesah dan akhirnya dibunuhlah Dia, tetapi pada hari ketiga Dia bangkit (Luk. 18: 31-34). Inilah ciri orang yang degil, sulit untuk percaya dari cerita yang benar, sekalipun diceritakan oleh orang yang dikenalnya sebagai orang jujur dan benar. Tidak percaya kesaksiannya berarti tidak percaya apa yang disaksikan dan pembawa kesaksian itu.
Bersyukurlah kepada Tuhan, karena Dia telah membukakan hati, pikiran dan roh kita, sehingga kita percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kita sekalipun kita tidak melihat-Nya, sebab kita hidup dalam zaman yang berbeda dengan Tuhan Yesus. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya, “Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”” (Yoh. 20: 29). Karena itu maka mari kta tinggalkan ketidakpercayaan kita. Tuhan Yesus memberkati.
(RI07042021)
Pokok Doa:
- Mari mengucap syukur atas Gereja Baptis bisa melaksanakan suntik vaksin bagi beberapa anggota jemaat lansia dan pekerja Gereja;
- Mengucapkan Syukur karena Panitia Tolong Menolong dapat memfasilitasi dengan instansi terkait;
- Mengucapkan syukur dan mendukung pemerintah dalam pengadaan Vaksin yang sudah berjalan dengan baik dan menunggu vaksin selanjutnya.
