“melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”
(1 Petrus 1:19)
Pada zaman dahulu Allah memerintahkan Musa untuk membawa korban domba jantan yang akan dipersembahkan yang dilakukan oleh seorang Imam, sebagai korban penghapus dosa dan korban keselamatan bagi bangsa Israel. Lemak, buah pinggang dibakar menjadi bau yang harum menyenangkan bagi Tuhan. Dan darahnya dipercikan di sekeliling mezbah. Pada kitab Ibrani 9:22 dikatakan : “Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan”. Upacara ini dilakukan setiap tahun.
Allah melihat manusia tidak mampu dan sungguh-sunguh untuk beribadah, berdoa dan mempersembahkan korban bakaran yang berkenan bagi Allah. Darah binatang tidak memadai untuk menebus dosa manusia, hanya bersifat sementara. Dosa terhadap Allah yang suci dan kekal menuntut korban yang suci dan kekal juga. “Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun, orang diperingatkan akan adanya dosa. Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan yang menghapuskan dosa” (Ibr 10:3-4). Sementara darah lembu jantan dan domba jantan ini lebih dimaksudkan sebagai pengingat akan dosa.
Karena begitu besar kasih Allah kepada manusia, Allah memberikan anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus sebagai korban persembahan dan penebusan dosa dalam mewakili manusia. Pengorbanan Yesus Kristus, dengan mencurahkan darahnya mati di atas kayu salib. Ia berdarah dan mati bagi manusia berdosa. Darah Yesus mempunyai kuasa untuk menghapus dan menebus dosa yang dilakukan bagi semua manusia di bumi ini. Dan ini dilakukan bagi manusia yang percaya kepada-Nya, maka mereka akan diselamatkan.
Manusia sudah mempunyai Imam Besar Perjanjian Baru.
Ibrani 7:26-27 : Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban.
Darah Kristus yang mahal, yaitu darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” (1 Pet 1:19). Dibayarkan sebagai penebusan dosa manusia, sehingga kita tidak lagi membutuhkan korban penebusan dosa. Menjelang kematian-Nya, Yesus berkata, “Sudah selesai.” Dia benar-benar bermaksud menyatakan itu— bahwa semua karya penebusan telah selesai dikerjakan, “telah mendapat kelepasan yang kekal” (Ibrani 9:12).
Darah Kristus tidak hanya menebus orang pilihan dari belenggu dosa dan penghukuman kekal, tetapi juga untuk “menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup” (Ibrani 9:14). Ini berarti kita tidak hanya dibebaskan dari upacara korban persembahan yang sia-sia dan tidak bisa menyelamatkan, tetapi kita juga dibebaskan dari ketergantungan atas upaya dan usaha kita yang tidak bernilai dan berarti untuk menyenangkan hati Allah. Karena darah Kristus telah menebus kita, maka kita sekarang menjadi ciptaan baru di dalam Kristus (2 Kor 5:17). Kita bisa melayani Allah yang hidup; memuliakan-Nya & hidup dalam anugerah-Nya untuk selama-lamanya.
Tuhan Yesus memberkati.
(MS03042021)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam hal Ini TNI dan Polri tetap kompak bersatu dalam menjaga kedaulatan Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Teroris yang ingin mengacaukan ketentraman dan mengadu domba masyarakat Indonesia;
- Doakan GBIK dapat melaksanakan Acara Ibadah Ofline dan Online dalam rangka Paskah dengan baik berjalan lancar, diberkati Tuhan menjadi berkat pada semua Jemaat GBIK dan orang lain biar lah nama Tuhan Yesus Pemuliakan;
- Doakan Jemaat GBIK dalam rangka Paskah dapat memaknai arti Paskah yg sesungguhnya dan semakin kuat Iman keyakinanya tidak tergoyakanh tergerus derasnya kemajuan Jaman.
