“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: “Sudah selesai”. Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya”
(Yoh. 19: 30)
Beberapa kalimat yang meluncur dari mulut Tuhan Yesus pada saat berada di tiang salib tertulis begitu jelas dalam Injil (baik Matius, Markus, Lukas maupun Yohanes). Masing-masing kalimat memiliki makna dan tujuan yang jelas. Salah satu kalimat yang keluar dari mulut Tuhan Yesus adalah yang tersebut dalam ayat nats di atas (Yoh. 19: 30). Mengapa kalimat tersebut diucapkan? Apa tujuan kalimat tersebut diucapkan?
Kalimat terakhir yang diucapkan Tuhan Yesus saat diatas kayu salib singkat dan jelas, hanya terdiri dari dua kata itu mengandung beberapa makna:
- Tuhan Yesus menyatakan bahwa apa yang menjadi tugas-Nya hadir di dunia ini telah selesai dilaksanakan. Kita tahu kedatangan-Nya ke dunia untuk mengasihi umat manusia menjadi Juruselamat manusia dengan cara berkorban sampai mati di atas kayu salib. “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan oleh Dia.” (Yoh. 3: 17). “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Ptr. 2: 24).
- Tuhan Yesus menyatakan bahwa saat hidup-Nya di dunia telah berakhir. Dia menyatakan penderitaan-Nya di dunia akibat keberingasan orang-orang Yahudi telah selesai dengan hembusan nafas terakhir-Nya. “Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.” (Mat. 27: 50; Mrk. 15: 37). Suara nyaring yang diucapkan Tuhan Yesus dalam kitab Matius dan Markus itu adalah seperti yang tertulis dalam Yohanes di atas, “sudah selesai.”
Tuhan Yesus telah menyelesaikan misi-Nya di dunia ini, Dia telah dengan gagah perkasa menghadapi maut yang seharusnya kita yang mengalaminya. Ini berarti bahwa Dia telah membebaskan kita dari dosa dan kuasa dosa. Maka selayaknya kita umat berdosa yang telah diselamatkan melalui darah-Nya yang tercurah, berlaku, bersikap dan berbuat sesuai apa yang diajarkan-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI31032021)
Pokok Doa:
- Doakan Indonesia dalam menangani krisis pengangguran usia muda, dalam perencanaan dan upaya agar tepat sasaran penyediaan Kartu Prakerja & tidak menimbulkan ke gaduhan;
- Doakan GBIK dalam program dan anggaran th 2021, dapat tercukupi biaya operasional baik Gereja Induk dan Cabang sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik lancar;
- Doakan Jemaat GBIK tetap setia dalam memberikan persembahan perpuluhan baik melalui transfer bank dan datang langsung ke Gereja agar pekerjaan Tuhan dapat tercukupi.
