“Kita sekalian sesat sepeti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian”
(Yes. 53:6)
Pasti kita semua pernah mendengar pepatah yang mengatakan, “Mata ganti mata, nyawa ganti nyawa.” Pepatah ini memberi pengajaran kepada manusia pada umumnya bahwa keadilan itu harus ditegakkan setegak-tegaknya, seadil-adilnya, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan. Dan juga diharapkan dengan konsep hukum itu tidak akan ada lagi dendam yang berkelanjutan. Apakah demikian yang terjadi? Rupanya persoalan tidak selesai dengan berlakunya hukum tersebut.
Sadar atau tidak sadar, dalam pergumulan hidup umat manusia tidak akan lepas dari kecenderungan melanggar perintah Allah, menyimpang dari pengajaran-Nya dan akhirnya berbuat dosa di hadapan-Nya. Memang hal itulah yang ditulis dalam Alkitab, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” (Rm. 3: 23). Itulah sebabnya manusia harus menanggung akibatnya, hukuman yang tidak dapat dihindarkan walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin dengan segala kekuatan dan potensi yang dimilikinya, kecuali karena kasih karunia Allah. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus Tuhan kita.” (Rm. 6: 23).
Tuhan Allah sangat mengasihi umat manusia yang berdosa, karena manusia tidak mampu melepaskan diri dari dosa dan akibatnya, manusia tidak mampu/dapat kembali menjalin hubungan baik dengan Allah yang terputus karena dosa, maka Tuhan berinisiatif menolongnya dengan kasih karunia. Kasih karunia yang tanpa pamrih itu adalah anugerah terindah yang Allah berikan, tanpa memperhitungkan seberapa besar salah dan dosa manusia. “Sebab oleh kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. Itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri.” (Ef. 2: 8-9). Apa yang dilakukan Allah dengan kasih karunia itu? “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (1 Ptr. 2: 24).
Kita adalah manusia jahat yang telah banyak berbuat dosa, seharusnya kitalah yang menanggung akibat dosa tersebut. Namun karena kasih karunia-Nya yang besar yang tidak layak kita untuk menerimanya, Dia rela menanggung akibat dosa yang kita perbuat. Sungguh agung dan mulia kasih-Nya kepada kita. Jangan pernah lupakan hal ini, jangan sia-siakan kasih yang seperti ini. Tetaplah setia hidup dalam kasih-Nya, hanya itu yang Dia mau dari hidup kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI29032021)
Pokok Doa:
- Doakan keamanan di Indonesia pasca peledakan BOM di Sulsel supaya masyarakat tetap tenang tidak mudah terprovokasi Polisi bisa mengungkap kasusnya dg baik dan bisa menangkap jaringan Radikalisme di Indonesia;
- Doakan GBIK dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk memelihara dan mendewasakan Iman Jemaat, dapat bertumbuh dan berbuah untuk kemuliaan Tuhan;
- Doakan pribadi lepas pribadi Jemaat dapat hidup seturut kehendak Tuhan dalam menyikapi hidupnya dan dipenuhi hemat kebijaksanaan dari Tuhan.
