“Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak menantikan nasihat-Nya; mereka dirangsang nafsu di padang gurun, dan mencobai Allah di padang belantara. Diberikan-Nya kepada mereka apa yang mereka minta, dan didatangkan-Nya penyakit paru-paru diantara mereka.”
(Mzm. 106: 13-15)
Tanggal 7-9 Maret 2021 Gereja Baptis Indonesia Kebayoran melalui Organisasi Sekolah Minggu mengadakan Pelajaran Alkitab Awal Tahun 2021 (PAAT – 2021) dengan mengangkat tema “Kitab Ratapan”. Adapun PAAT tersebut sudah dimulai pada hari Minggu tanggal 7 Maret 2021 kemarin, baik dalam ibadah pagi dan Minggu malam melalui zoom meeting dengan antusias yang besar dari anggota jemaat, simpatisan dan para tamu dari gereja lain dan bahkan dari luar negeri. Sebagaimana tersirat pada judulnya, kitab Ratapan ini adalah “tembang pemakaman”, yang ditulis Yeremia setelah kehancuran Yerusalem pada 586 SM. Hatinya hancur dan berdukacitanya mengungkapkan hati Tuhan yang hancur. Tuhan harus menghukum umat-Nya, namun hati-Nya berduka saat melakukannya. Bagi Tuhan, dosa itu mahal hargnya sehingga Tuhan harus menghukum dosa, tetapi rahmat Tuhan tidak pernah gagal. Inilah pelajaran utama Ratapan.
Dalam Ratapan 1, dosa berjanji memperkaya hidup manusia, tetapi pada akhirnya merampas hal-hal baik yang Tuhan berikan kepada manusia (kita). Yerusalem dulunya ratu yang populer; sekarang ia menjadi janda yang kesepian (ay. 1-2). Dulu ia menikmati kemegahan, tetapi sekarang kemuliannya lenyap (ay. 6). Kini yang tinggal hanyalah kenangan (ay. 7), dan mengingatnya hanya membuat makin menderita. Ia menolak kuk penundukan diri kepada Tuhan (Yer. 27-28), dan kini ia harus mengenakan kuk musuh (ay. 14 & Yer. 5:5). Inilah konsekuensi dari ketidaktaatan. Dalam Mazmur 106:14-15 juga dikatakan hal yang sama akibat dari ketidaktaatan umat Allah “…. mereka dirangsang nafsu di padang gurun, dan mencobai Allah di padang belantara. Diberikan-Nya kepada mereka apa yang mereka minta, dan didatangkan-Nya penyakit paru-paru diantara mereka.” Sesungguhnya Tuhan telah dan selalu memberi umat-Nya, termasuk kita segala aturan yang kita perlukan untuk hidup. Dan Alkitab-lah pedoman hidup kita sekarang ini karena di dalamnya kita menemukan segala hukum yang Tuhan tetapkan untuk menjalani kehidupan yang bersukacita, sehat, dan kudus. Namun sebagai umat Allah, kita sering mengabaikan pedoman Allah sehingga kita jatuh dalam dosa oleh karena kita dirangsang oleh nafsu dan suka mencobai Tuhan. Padahal jelas bagi kita bahwa jika kita mengikuti pedoman Tuhan maka kita akan aman dan berjalan dengan baik.
Jadi hal penting untuk kita renungkan sekarang adalah ketika kita sebagai umat Tuhan mengabaikan prinsip-prinsip yang sudah Tuhan berikan kepada kita melalui firman Allah itu berarti kita meragukan kuasa Allah dan kita merasa lebih tahu dari Allah dan firman-Nya. Dan tentunya Allah akan memberikan konsekuensi kepada kita oleh karena ketidaktaatan kita. Konsekuensi itu bisa melalui sakit penyakit, keterpurukan, atau bahkan bisa melalui musuh-musuh kita (Rat. 1:5-6, 11,22; Yer. 5:6,10,17). Lakukan perintah-Nya dan jangan main-main terhadap dosa! Tuhan Yesus memberkati.
(AP09032021)
Pokok Doa:
- Mari doakan Ibadah WBI dan PAAT yang berlangsung hari ini , kiranya berlangsung untuk kemuliaan Tuhan Yesus;
- Mendoakan para Tenaga Medis yang berjuang merawat pasien yang terpapar Covid dan membagikan vaksin , untuk semangat dan sehat;
- Mendoakan para jemaat yang masih mencari pekerjaan , kiranya di bukakan rejeki untuk berkarya dan selalu mengandalkan Tuhan Yesus.
