“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang belum kita lihat. Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.”
(Ibr. 11:1)
Dalam situasi sekarang ini, selama pandemic Covid 19, kita dituntut untuk sabar, menjaga hati dan pikiran sedemikan rupa, agar dapat mengendalikan diri dengan baik, sehingga tidak mudah marah, tidak mudah tersinggung dan tidak mudah menyalahkan orang lain/pihak lain yang berada di sekitar kita. Adakah hubungan antara iman dan kesabaran ? Mari kita memperhatikan Ibrani 11.
Dalam Ibrani 1: 1 disebutkan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan, ……”, artinya bahwa seorang yang beriman adalah orang yang meyakini sesuatu bakal terjadi sekalipun itu belum terjadi, dan orang tersebut mengharapkan dengan sungguh-sungguh hal itu akan terjadi. Artinya orang tersebut belum melihat , belum mengalami apa yang diimani itu. Kapan sesuatu yang dirindukan itu akan terjadi, orang itu sendiri tidak tahu. Di sinilah diperlukan adanya kesabaran yang luar biasa, sebab menunggu sesuatu yang belum terjadi itu penuh dengan perjuangan. Bagi orang beriman, menunggu dengan sabar adalah bukti dirinya memiliki iman yang benar. Demikian juga dalam kelimat selanjutnya dalam Ibrani 11: 1 itu, “…. dan bukti dari segala sesuatu yang belum kita lihat.” Apa yang belum dilihat oleh orang beriman itu, apa yang masih dalam tahapan harapan, diimani artinya diyakini bahwa dirinya akan memperolehnya.
Kesabaran orang beriman dalam menunggu sesuatu yang diharapkan dan yang belum dilihat itu telah dibuktikan oleh tokoh-tokoh Alkitab, misalnya Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Sara, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Yosua, Rahab dan lain-lainnya (Ibr. 1: 4-34). Mereka semua telah beriman, telah meyakini akan menerima apa yang diimaninya. Mereka disebut sebagai saksi-saksi iman yang tangguh dan sekalipun ada di antara mereka sampai meninggal belum melihat apa yang diimaninya, mereka tidak menyesal dengan imannya.
Adakah Bapak, Ibu dan Saudara-saudari merindukan sesuatu, yang Anda imani dengan sungguh-sungguh? Tetaplah mengimaninya dengan sabar, karena perilaku sabar itu menunjukkan seberapa besar kadar iman kita. Jangan merasa jemu dan meninggalkan iman, karena apa yang kita rindukan dapat terwujud setiap saat di waktu yang tidak kita ketahui. Tuhan Yesus memberkati.
(RI24022021)
Pokok Doa:
- Doakan pertumbuhan Iman para anggota Gereja melalui pelayanan terhadap jemaat yang saat ini sulit dijangkau karena keterbatasan sarana dan prasarana;
- Doakan anak- anak yang ataupun akan menghadapi ujian tengah semester agar dapat mengerjakan tugas dengan baik dan benar;
- Doakan dan dukung Pemerintah kita dalam menangani daerah-daerah yang terkena musibah banjir dan bencana alam lainya.
