“Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.”
(2 Samuel 5: 3)
Seorang pemimpin seharusnya dapat menjadi teladan dalam kesabarannya, karena jika tidak, pastilah berpengaruh terhadap anak buahnya. Bayangkan apa yang akan terjadi jika dalam suatu organisasi atau lembaga pemimpin dan yang dipimpinnya tidak memiliki kesabaran? Mari kita belajar dari satu bagian keteladanan Daud dalam kesabaran.
Sejak Daud diurapi oleh Nabi Samuel menjadi raja (1 Sam. 16:1-13), dia tidak segera menduduki kursi singgasana raja. Memang dia beberapa saat setelah diurapi berada di istana raja, namun tidak sebagai raja, tetapi sebagai pelayan raja pembawa senjata dan pemain musik kerajaan (1 Sam. 16: 21, 22). Kemudian secara pelan namun pasti, karier Daud melejit setelah berhasil mengalahkan Goliat raksasa orang Filistin itu (1 Sam. 17: 48-50). Dampak dari kemenangan itu, Daud menjadi terkenal, sehingga banyak orang membandingkannya lebih hebat dari Saul. Mereka menyebut, Saul mengalahkan beribu-ribu, Daud mengalahkan berlaksa-laksa (laksa = sepuluh ribu). Akibat dari hal tersebut, Saul menjadi benci dengan Daud. (1Sam. 18: 6-9). Masih banyak lagi perjalanan hidup Daud yang menunjukkan kesabarannya tidak cukup waktu untuk menuliskan di sini, ia tidak ambisius menjadi raja walaupun sudah diurapi menjadi raja, karena ia menghargai seniornya, Saul yang juga diurapi Tuhan menjadi raja.
Setelah Saul meninggal, akhirnya Daud menjadi raja, namun mula pertama hanya raja dari suku Yehuda dengan ibukota di Hebron (1 Raj. 2: 1-4). Setelah melalui proses negosiasi sampai kepada peperangan dengan keluarga Saul, akhirnya Daud menjadi raja atas seluruh Israel dengan ibukota di Yerusalem. (12 suku). Daud menjadi raja atas Suku Yehuda selama tujuh tahun dan menjadi raja atas seluruh suku Israel selama 33 tahun. (2 Sam. 5: 1-5). Daud memiliki kesabaran luar biasa dalam menunggu terwujudnya pengurapan Samuel atas dirinya menjadi raja Israel.
Kesabaran yang diikuti ketaatan dan penghargaan terhadap pengurapan Tuhan membawa Daud menjadi raja Israel. Dari kesaksian hidup Daud, kita belajar bagaimana kesabaran membawa keberkahan. Tetap percaya akan janji Tuhan sekalipun jalan terjal dan berliku yang harus dilewati, merupakan hal yang harus menjadi konsentrasi kita dalam menjalani hidup ini. Yakinlah dan bersabarlah dalam menunggu penggenapan janji Tuhan. Dia setia, tidak akan ingkar janji. Tuhan memberkati, Amin.
(RI17022021)
Pokok Doa:
- Doakan Pertumbuhan rohani jemaat menjadi anak Allah yang selalu hidup menyenangkan hati Tuhan melalui acara-acara Gereja yang dilaksanakan melalui kebaktian live streaming, Sekolah Minggu, WBI, PBI dan Ibadah Doa;
- Doakan anak-anak yang sedang menghadapi semester Genap diberi hikmat dalam mengatur waktu dalam pembelajaran daring;
- Doakan untuk keamanan NKRI agar bangsa kitaanjadi bangsa yang patuh dan taat kepada Peraturan pemetintah.

Amin