“Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau””
(Kej. 3: 8-9)
Minggu lalu kita mendengar firman Tuhan dengan judul “Allah Menyembunyikan Diri Dari Umat-Nya”, sedangkan SRHI 20 Januari 2021 ini menyatakan “Allah Mencari Manusia yang Bersembunyi”. Ada kalanya Allah bersembunyi dari hadapan umat-Nya, tetapi kalau kita mau jujur, yang sering adalah umat-Nya menyembunyikan diri dari hadirat Allah.
Mengapa Allah menyembunyikan diri dari hadapan umat-Nya? Jawabannya jelas sudah kita ketahui dari firman Tuhan minggu 17 Januari 2021 kemarin. Sekarang mengapa manusia menyembunyikan diri dari hadirat Allah? Marilah kita lihat Kejadian 3: 1-13. Di sana kita bisa melihat, oleh karena bujukan Iblis/ular, Adam dan Hawa telah melakukan tindakan yang dilarang Tuhan yaitu makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Inilah perintah Tuhan itu: “Lalu TUHAN memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”” (Kej. 2:16-17). Karena tindakannya tersebut, Adam dan Hawa takut dan bersembunyi ketika mendengar suara langkah TUHAN berjalan di taman Eden. Dari ayat tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa manusia bersembunyi dari hadirat Allah karena pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya.
Rasa takut manusia disebabkan karena merasa bersalah. Perasaan bersalah itu bagi orang yang memiliki hubungan yang dekat dengan Allah, merupakan tekanan yang sangat berat. Tekanan yang berat itu dapat menimbulkan “perilaku yang menyimpang,” yaitu perilaku-perilaku yang tidak seperti biasanya. Salah satu perilaku menyimpang itu adalah bersembunyi dari hadirat Allah. Orang yang malas datang ke gereja, malas berbakti dan bersekutu dengan anak Tuhan lainnya, malas berdoa dan membaca firman-Nya adalah tanda-tanda perilaku yang menyimpang dari anak Tuhan yang setia.
Marilah kita instropeksi diri, jangan melihat orang lain, apakah akibat situasi pandemic sekarang ini, kehidupan rohani kita nampak ada kecenderungan “perilaku yang menyimpang?” Bersyukurlah jika tidak, tetapi kalau ada tanda-tanda demikian, segeralah perbaiki hubungan dengan Allah, Dia sedang mencari orang yang menyembunyikan diri dari-Nya. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI20012021)
Pokok Doa:
- Mendoakan untuk kesehatan para medis dalam membantu pemerintah mengatasi pandemi Covid 19 sebagai garda terakhir dalam pemulihan pasien;
- Mendoakan untuk para pemimpin perusahaan atau pun para pengusaha kecil tetap beroperasional dengan baik dan menciptakan lapangan pekerjaan;
- Mendoakan untuk pelayanan para hamba Tuhan dan jemaat dalam pengkabaran injil pribadi ataupun secara kelompok dalam kegiatan gereja ataupun organisasi lainnya.
