“Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.”
(Yak. 3:17-18)
Masa pandemi ini adalah tekanan yang sangat berat bagi kita semua. Pandemi membuat kita mau tidak mau harus lebih banyak tinggal di rumah. Bahkan akibat dari pandemi dan lebih banyak tinggal di rumah kita bisa jenuh, stress, galau, sehingga kita menjadi lebih sedikit sensitive dari biasanya terhadap apapun juga. Kita lebih mudah marah, mudah mencari kesalahan sesama kita, bahkan mudah menghakimi sesama kita baik di dalam keluarga, masyarakat, juga terhadap teman kerja kita. Padahal sebagai anak-anak Tuhan dan setelah mendengar serta merenungkan firman Tuhan selama bulan Desember 2020 ini terlebih selama minggu kelima ini kita diajar Allah untuk memiliki damai dan menjadi juru damai kepada sesame kita oleh karena Yesus Kristus, Sang Raja Damai itu telah mengalahkan dunia dan memberikan damai sejahtera kepada setiap kita yang percaya kepada-Nya (Yoh. 14:27; 16:33).
Dalam setiap hal dan dimanapun kita berada haruslah membawa dan menanamkan benih kedamaian kepada setiap orang, oleh karena dunia membutuhkan kita untuk menjadi pembawa damai. Lebih-lebih dalam khotbah Tuhan Yesus di bukit, Ia berkata, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat. 5:9). Disini sudah sangat jelas bagi kita bahwa menjadi pendamai adalah keharusan, namun untuk kita bisa melakukannya itu, kita harus melepaskan keegoan kita dan mampu menghargai setiap orang walaupun adakalanya orang lain menyakiti kita. Jelas ini tidak mudah apalagi saat ini kita diperhadapkan dalam situasi dan kondisi yang membuat kita mudah sensitif. Namun jika kita mampu melakukannya, tanda-tanda kedewasaan rohani kita akan semakin tampak.
Selain hal tersebut di atas, untuk menjadi pembawa damai dengan sesama, diperlukan niat dan hikmat dari Tuhan sebab untuk menciptakan kedamaian tidak bisa dikompromikan dengan kejahatan. Dengan kata lain, untuk membawa dan menjadi jurudamai dengan sesame, kita harus melakukannya dengan jujur atau murni (Yak. 3:17; Ams. 15:26). Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP31122020)
Pokok Doa:
- Mari kita berdoa bagi Gereja agar dapat melayani jemaat dalam pertumbuhan iman jemaat dalam menyongsong tahun 2021;
- Mari mendoakan para pengurus WBI dan PBI tahun 2021 dalam membuat acara yang masih online agar tetap diberkati dengan ide dan kreatifitas yang luar biasa;
- Mari kita dukung pemerintah kita dalam memutus penyebaran virus corona yang semakin merajalela dimasyarakat.
