“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.”
(Yoh. 6: 47)
Pemahaman bahwa Tuhan Yesus adalah Bapa yang Kekal telah kita mengerti melalui khotbah hari minggu 20 Desember 2020 dan SRHI tgl 21 dan 22 Desember 2020 yang lalu. Sekarang marilah kita pelajari tentang siapa yang percaya kepada Bapa yang Kekal itu akan memperoleh hidup kekal. Kapan hidup kekal itu dimulai? Apakah harus menunggu hidup sesudah kematian jasmani nanti?
Sejak kehadiran-Nya di dunia, Tuhan Yesus selalu menawarkan kepada semua orang untuk percaya kepada-Nya melalui pengajaran-pengajaran yang disampaikan, melalui mujizat-mujizat yang dilakukan dan melalui keteladanan kasih yang ditunjukkan. Terhadap tawaran tersebut Tuhan Yesus menyampaikan kesimpulannya bahwa orang yang percaya akan memiliki hidup yang kekal. “Barang siapa percaya kepada Anak, ia peroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yoh. 3: 36). Perbandingan yang sangat kontras akan terjadi pada pihak yang percaya dan pihak yang tidak taat (tidak percaya) kepada Anak (Tuhan Yesus). Yang percaya memperoleh hidup kekal, yang tidak percaya tidak akan melihat hidup dan akan mendapat murka Allah selama-lamanya.
Kapan hidup kekal itu diterimanya? Perhatikan firman Tuhan berikut ini. “Aku berkata kepadamu: sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus AKu, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Yoh. 5: 24). Ini menunjukkan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya, pada saat percaya itu juga ia memasuki hidup kekal. Jadi hidup kekal dimulai saat orang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya secara pribadi.
Jelaslah sekarang, firman Tuhan menyatakan dengan tegas kepada kita tentang bagaimana mendapatkan hidup yang kekal dan kapan hal itu diperolehnya. Apakah kita rindu memperoleh hidup kekal? Ini adalah pilihan yang harus kita ambil, dan pilihan yang kita ambil menunjukkan kerindun kita. Selamat menentukan pilihan yang tepat sesuai dengan hikmat masing-masing. Tuhan Yesus memberkati.
(RI23122020)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan stok pangan berjalan baik, kebutuhan masyarakat tercukupi saat Natal dan Tahun Baru dapat stabil;
- Doakan GBIK dalam pembinaan pembimbingan dan pendewasaan kepada Jemaatnya, diberi hikmat dari Tuhan dan menghasilkan buah yang baik dan berkenan serta memajukan Gereja-Nya;
- Doakan Jemaat GBIK yg sedang ada pergumulan hidup untuk pasangan hidupnya, menginginkan anak dalam rumah tangga, dan tentang kesehatan biar Tuhan menyatakan dan menjawabNya.
