“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”
(Yoh. 1: 12)
Perdebatan atau secara sederhana pembahasan tentang Tuhan Yesus disebut sebagai Bapa yang kekal, seperti yang ditulis dalam Yesaya 9: 5, tidak akan pernah berhenti dan tidak akan menemukan titik temu yang memuaskan semua pihak. Tetapi marilah kita menyorotinya dari sudut pandang yang lain yakni anak-anak Allah yang dimiliki Bapa yang Kekal itu.
Kedatangan Bapa yang Kekal dalam wujud Yesus Kristus ke dalam dunia jauh-jauh hari sudah diberitakan. Kejadian 3:15 menyatakan: “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Ayat tersebut diucapkan Tuhan kepada si ular/Iblis setelah berhasil menggoda manusia Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan untuk tidak makan buah pohon yang di tengah-tengah taman Firdaus, tempat tinggal Adam dan Hawa sebelum jatuh dalam dosa. Demikian juga Yesaya telah menubuatkannya dalam Yesaya 7: 14 dan 9: 5 tentang bagaimana Yesus dilahirkan, apa sebutan orang bagi-Nya serta bagaimana Ia akan menjalankan tugas-Nya.
Posisi menjadi anak-anak Allah adalah sesuatu yang membahagiakan. Bagaimana tidak, menjadi anak pejabat negara saja semua orang mengenal dan menghormatinya, apalagi anak Allah, di mana Allah jauh lebih wibawa dan lebih kuasa dari jabatan apapun juga di dunia ini. Di samping membahagiaakan, sebutan sebagai anak Allah juga menimbulkan beban tersendiri. Hal ini terjadi karena sebutan itu menuntut kita supaya kita dapat hidup sesuai dengan harkat dan martabat serta hakekat Bapa yang Kekal kita. Apa itu? Lihatlah Yohanes 14: 12 ini, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu …. .“
Bapa yang Kekal mempunyai anak-anak yang kekal pula, jadi keberadaan kita sebagai anak-anak Allah adalah kekal adanya, jika kepercayaan kita kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juru selamat kita sungguh-sungguh dan kekal dengan tidak goyah oleh godaan sebesar apapun untuk meninggalkan-Nya. Jadilah kokoh karena Bapa yang Kekal kita kuat dan perkasa adanya. Tuhan memberkati, Amin.
(RI22122020)
Pokok Doa:
- Doakan Keamanan di seluruh Indonesia dalam pengamanan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 berjalan lancar masyarakat tertip tidak mudah terprovokasi oleh oknum yg mengharapkan kekacauan dinegeri ini;
- Doakan Gereja Gereja yang melangsungkan ibadah Online maupun yg Ofline dalam rangka Natal dan Tahun Baru berjalan aman lancar tidak menimbulkan klaster baru Covid 19 tetap taat protokol kesehatan menjaga Iman Imun supaya Aman;
- Doakan Jemaat GBIK yg sedang terkena dampak Pandemi tetap semangat berusaha untuk kelangsungan hidup tetap mengandalkan kuat kuasa dari Tuhan.
