“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang permerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.”
(Yes. 9:5)
SRHI GBIK masih dalam seputar nubuatan mulia nabi Yesaya tentang Yesus Kristus. Penulis berharap kepada setiap kita yang membaca tidak bosan-bosan akan perenungan firman Tuhan yang diambil dari Yesaya 9:5 oleh karena meskipun hanya satu ayat tetapi di dalamnya ada empat ungkapan mulia nabi Yesaya tentang Yesus Kristus yang patut untuk kita renungkan bersama demi menghayati suasana Natal 2020 serta menjaga iman kita kepada-Nya. Dan kali ini kita akan belajar serta merenungkan ungkapan ketiga nabi Yesaya yaitu bahwa Yesus Kristus adalah Bapa yang Kekal.
Kalimat “Bapa yang Kekal”, menunjukkan bagaimana Yesus Kristus yang adalah Allah dalam memperlakukan umat-Nya sebagai seorang Bapa terhadap anak yang dikasihi-Nya. Bahkan Ia juga mengungkapkan diri-Nya sebagai seorang ibu yang penuh kasih dengan ungkapan “induk ayam”. Yesus Kristus berkata: “Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu. Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Mat. 23:37). Kebenaran firman Tuhan di atas menunjukkan betapa luar biasanya Tuhan kita Yesus Kristus yang sungguh-sungguh mengasihi umat kesayangan-Nya sehingga Ia yang Mahakudus mau menghampiri umat manusia yang penuh cela dan dosa bahkan menyatakan diri-Nya sebagai Bapa. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita menyimak dan merenungkan beberapa hal atau alasan mengapa Yesus Kristus mengungkapkan diri-Nya sebagai Bapa bagi umat-Nya.
- Supaya umat pilihan-Nya dapat merasakan kebahagiaan dan kemuliaan-Nya.
- Karena Yesus Kristus Bapa bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.
Harus kita akui bersama bahwa ketika kita percaya dan mengikut kepada-Nya bukan karena kita yang memilih-Nya, melainkan Ia yang memilih kita untuk sesuatu yang kekal (Yoh. 15:16). Tuhan Yesus Kristus memilih kita karena anugerah-Nya dan bukan karena kita memenuhi persayaratan untuk dipilih (Rm. 9:16). Namun walaupun Ia telah memilih kita tetapi jika kita tidak sungguh-sungguh beriman kepada-Nya seperti Yudas Iskariot, kita bisa keluar dari pilihan-Nya dan tidak menerima keselamatan yang Allah berikan (Yoh. 6:70).
Semua orang percaya adalah keturunan Yesus secara rohani, yang bukan kelahirannya secara darah dan daging tetapi dari firman Allah dan Roh Kudus (Yoh. 3:3-5). Jadi, oleh karena kita keturunan rohani, maka sifat dan karakter Yesus Kristus harus ada pada kita dan menjadi milik kita (Gal. 2:20) sehingga kelak saat Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya kitapun akan menjadi serupa dengan Dia dalam kemuliaan (Kol. 3:4).
Mari Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, jika Tuhan Yesus Kristus dengan rendah hati dan penuh kasih memperlakukan kita sebagai anak-anak-Nya dan jikalau kita menyebut serta memanggil-Nya dengan sebutan Bapa, mari kita senantiasa memberi pujian dan hormat kepada-Nya (Mal. 1:6) walaupun tantangan, pencobaan dan ujian menekan kita, sebab Dia adalah Bapa dan Tuhan kita yang tidak akan pernah meninggalkan kita (Mat. 28:20). Amin, selamat menyambut dan memperingati Natal 2020, Tuhan Yesus memberkati.
(AP21122020)
Pokok Doa:
- Doakan Pemerintah Indonesia dalam rangka menyiapkan Fasinasi global untuk menangkal virus Corona dapat dilaksanakan dengan baik tertip aman;
- Dokan Acara GBIK dalam rangka ibadah Natal dan Perayaan Natal dapat berjalan sesuai rencana dan menjadi berkat , menguatkan mendewasakan dan jemaat terberkati;
- Doakan Jemaat GBIK yg menjalani liburan Natal dan tahun Baru dapat menikmati waktu liburan dan tetap taat protokol kesehatan.
