“Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”
(Mat. 4: 10-11)
Beberapa ahli kejiwaan/Psikolog menyatakan dengan tegas bahwa pada umumnya manusia memiliki kemampuan untuk menyembunyikan karakter dirinya dalam keadaan-keadaan tertentu. Apabila kita mau mengerti karakter orang yang sesungguhnya, lihatlah dan perhatikanlah pada saat dia dalam kondisi tertekan, kondisi marah, kondisi yang membuat dia merasakan tekanan yang berat. Dalam situasi tersebut orang sulit untuk bersikap “berpura-pura.”
Perhatikanlah keperkasaan yang istimewa dari seorang pribadi istimewa Tuhan Yesus yang kita layani pada saat Dia dicobai oleh Iblis sampai tiga kali. Iblis menggunakan waktu yang tepat di saat menggoda-Nya. Pertama, Ia diminta untuk merubah batu menjadi roti di saat Dia lapar sesudah berpuasa empat puluh hari empat puluh malam (Mat. 4: 3). Kedua, Ia dicobai di saat diajak Iblis di bumbungan Bait Allah. Di situ Ia diminta untuk menjatuhkan diri, pasti Allah akan memerintahkan malaikat-Nya untuk menatang kaki Tuhan Yesus supaya tidak terantuk (Mat. 4: 5-6). Yang ketiga, Ia dicobai ketika diajak Iblis ke atas gunung yang sangat tinggi, diperlihatkan dunia dan kemegahannya. Ia diminta untuk sujud menyembah Iblis, maka dunia dengan kemegahannya akan diberikan kepada-Nya (Mat. 4: 8-9).
Dalam menghadapi godaan yang bertubi-tubi itu, Tuhan Yesus menunjukkan keperkasaan-Nya dengan selalu menjawab dan menepisnya dengan firman Tuhan. Terhadap godaan pertama Ia menjawab: “…. Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (Mat. 4: 4). Terhadap godaan kedua, Ia menjawab: “….. Ada pula tertulis, janganlah engkau mencobai Tuhan Allahmu!” (Mat. 4: 7). Terhadap godan ketiga Ia menjawab dengan tegas dan tuntas, “…. Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” (Mat. 4: 10). Pengenalan akan firman Tuhan dan menggunakannya untuk menghadapi berbagai pencobaan dan menang atas pencobaan tersebut adalah bentuk keperkasaan iman yang luar biasa.
Kita semua memiliki potensi menjadi pribadi yang perkasa, bukan dengan cara berpura-pura perkasa, tetapi perkasa yang sesungguhnya jika kita mau mengenal Tuhan Yesus lebih baik dari hari ke hari. Dari firman Tuhanlah kita dapat semakin mengenal Tuhan lebih baik lagi. Jangan sia-siakan waktumu untuk melupakan belajar firman Tuhan, supaya kita menjadi pribadi yang perkasa dalam iman. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI16122020)
Pokok Doa:
- Rangkaian ibadah Natal di seluruh wilayah NKRI berlangsung aman dan damai, dijauhkan dari serangan terorisme. Kiranya Tuhan senantiasa menolong kinerja Densus 88 Anti Teror dalam penanganan terorisme di Indonesia;
- Kesehatan para anggota KPU dan petugas lapangan pasca Pilkada Serentak. Kiranya tetap berada dalam kondisi sehat dan tidak terkena covid-19;
- Rangkaian perayaan Natal gereja cabang GBIK, TPW/BPW dapat berjalan dengan baik. Para Pendeta dan jemaat cabang merasakan damai dan sukacita dalam Tuhan.
