“Padaku ada nasihat dan pertimbangan, akulah pengertian, padakulah kekuatan.”
(Ams. 8:14)
Dalam menyelesaikan setiap persoalan hidup, diperlukan pertimbangan yang matang untuk menentukan pengambilan keputusan. Jika tidak, dapat menimbulkan masalah yang lebih parah dari masalah itu sendiri. Bagaimana caranya agar dapat memperoleh pertimbangan yang baik, tepat dan benar sesuai dengan masalah yang dihadapi? Mari kita lihat dan perhatikan ayat nats hari ini yakni Amsal 8: 14.
Kitab Amsal ditulis oleh seorang raja besar yakni Raja Salomo berdasarkan pengalaman hidupnya sebagai seorang anak raja besar Daud yang akhirnya menggantikan ayahnya sebagai raja. Naik turun kehidupan rohani Salomo dalam memimpin Kerajaan Israel menginspirasinya menulis Amsal ini. Amsal pasal 8 berbicara tentang “wejangan hikmat”, artinya suatu nasihat yang diberikan berdasarkan hikmat. Hal ini menunjukkan bahwa adanya wejangan/nasehat yang tertulis dalam amsal ini.
Dalam amsal-amsalnya, Salomo sering menggunakan gaya bahasa “personifikasi” artinya sesuatu yang bukan manusia dianggapnya sebagai manusia, sehingga dapat melakukan sesuatu seperti manusia. Kalimat dalam nats hari ini merupakan salah satu contoh gaya bahasa “personifikasi” yang dilakukan Salomo. Kata ganti orang pertama yang disebutkan “padaku” , “akulah” dan “padakulah”, menunjuk kepada hikmat. Jadi kalau kata ganti orang pertama dituliskan dengan kata “hikmat”, kalimat itu menjadi, “Pada hikmat ada nasihat dan pertimbangan, hikmatlah pengertian, pada hikmatlah kekuatan.” Dengan demikian jika Amsal tersebut diterjemahkan secara bebas, maknanya adalah, dengan memiliki hikmat, kita mampu mempertimbangkan segala sesuatu dengan akurat, karena dalam hikmat ada nasihat dan kekuatan yang memampukan kita menyelesaikan persoalan dengan benar.
Dari mana kita dapat memperoleh hikmat? Dengan tegas Salomo mengatakan, “Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.” (Ams. 2: 6). Mari Bapak Ibu dan Saudara sekalian, jika kita sedang dalam kesulitan, apapun kesulitan itu, kita harus menggunakan hikmat yang datangnya dari Tuhan untuk menyelesaikan kesulitan maupun persoalan kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI09122020)
Pokok Doa:
- Berdoa untuk Para pemimpin Gereja dan diakon dapat bergandengan tangan, dalam membangun dan melayani Seluruh Jemaat;
- Berdoa untuk Ketua-ketua Panitia n’ team, ketua² Organisasi n’ team diGereja bisa saling bekerjasama dengan baik;
- Doakan keamanan negara kita, kiranya Tuhan menolong para aparatur keamanan dalam menjaga NKRI.
