“Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegembiraanku, menjadi penasihat-penasihatku.”
(Mzm. 119: 23-24)
Dalam ibadah hari minggu 6 Desember 2020, firman Tuhan dengan gamblang menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Penasihat Ajaib yang dinubuatkan oleh Yesaya kurang lebih pada tahun 700 SM. Dia disebut sebagai Penasihat Ajaib karena Dialah Allah dan karya-karya-Nya mengagumkan untuk menolong umat manusia yang mau percaya kepada-Nya. Maka seharusnya sebagai orang percaya kita datang kepada-Nya apabila menghadapi banyak persoalan dan pergumulan dalam kehidupan ini.
Persoalan yang muncul adalah dengan jalan apa kita datang kepada-Nya? Bagaimana kita dapat mengakses saran dan nasihat-Nya? Marilah kita cermati Mazmur 119: 23-24, ayat nats hari ini.
- “Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku, hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.” Kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa Pemazmur menghadapi masalah. Masalah yang dihadapi rupanya cukup besar karena para pemuka-pemuka bersepakat untuk melawannya. Tidak dijelaskan dalam perkara apa Pemazmur harus berhadapan dengan pemuka-pemuka tersebut. Namun demikian ia menyambutnya dengan merenungkan ketetapan-ketetapan Tuhan, ajaran-ajaran Tuhan. Dalam pikiran Pemazmur, ia akan mengalami ketenangan menghadapi masalah dengan merenungkan firman-Nya.
- “Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegembiraanku, menjadi penasihat-penasihatku.” Kalimat ini merupakan kelanjutan dari kalimat sebelumnya, ia bukan hanya merenungkan ketetapan-ketetapan Tuhan, tetapi juga menjadikannya sebagai kegembiraannya bahkan menjadi penasihatnya. Ini menunjukkan Pemazmur meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa firman-Nya itu sangat berpengaruh dalam kehidupannya secara pribadi. Karena begitu berpengaruhnya maka menjadikannya sebagai penasihat pribadinya. Ini membuktikan bahwa ia tidak akan melepaskan diri dari peringatan-peringatan Tuhan, ketetapan-ketetapan Tuhan, bahkan akan menuruti apa yang tertulis didalamnya.
Secara manusia, Penasihat Ajaib itu sudah tidak bersama kita di dunia ini, Ia sudah duduk di sebelah kanan Allah, di sorga yang penuh dengan kemuliaan. Fiman Tuhanlah yang menjadi Penasihat Ajaib kita sekarang ini. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh. 1: 1). Jadi melalui Fiman-Nya kita bisa mengakses apa nasihat Penasihat Ajaib itu dalam menolong dan membantu menyelesaikan masalah kita. Tuhan Yesus memberkati, Amin.
(RI07122020)
Pokok Doa:
-
Berdoa kiranya Jemaat semakin bertumbuh Imannya & tetap setia melayani Tuhan;
- Berdoa agar Rumah Tangga anak-anak Tuhan trus Harmonis dan Saling mengasihi;
- Doakan orang-orang yang ingin memecah belah bangsa kita, kiranya Tuhan jamah dengan kasih-Nya.
