“Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.”
(Mazmur 56:14)
Dalam situasi sekarang ini yang serba sulit, ketaatan umat Allah pastinya sangat teruji seperti kehidupan bangsa Israel ketika keluar dari tanah Mesir pada waktu itu. Apakah kita tetap taat kepada Allah atau berpaling dari Allah? Umat Allah bisa berpaling dari Allah kalau yang dipikirkan hanyalah perkara dan kepuasan sesaat yang berkaitan dengan hal-hal lahiriah seperti umat Israel pada waktu itu (Keluaran 16:1-3), padahal seharusnya kehidupan umat Allah tetap taat kepada Allah sampai mati walaupun harus menderita dan hidup kekurangan dalam hal lahiriah karena Allah akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kita (1 Ptr. 3:14; 1 Ptr. 5:10).
Untuk meyakinkan iman dan ketahanan hidup kita selama di dunia yang serba sulit ini, lihat dalam bacaan firman Tuhan di atas, dimana raja Daud mengungkapkan bahwa Allah hadir dalam setiap kebutuhan manusia. Tuhan meluputkan dari maut dan menjaganya supaya tidak tersandung. Bahkan bukan hanya ayat di atas saja, melainkan dalam berbagai bagian dari kitab Mazmur terungkap kasih dan kepedulian Tuhan akan kebutuhan manusia. Tuhan mencukupi segala kekurangan kita, menyegarkan jiwa kita, meluputkan kita dari marabahaya, menghibur kita, membela perkara kita di hadapan orang yang melawan dan memusihi kita, menyertai kita dengan kebajikan dan kemurahan-Nya (Mzm. 23:1-6), mengampuni segala dosa kita dan menyembuhkan segala macam penyakit (Mzm. 91:3, 103:3), menyambut setiap orang yang terbuang (Mzm. 27:10), melepaskan dari kemalangan (Mzm. 34:20), meluluskan apa yang diinginkan hati (Mzm. 37:4), bahkan memenuhi kebutuhan terbesar manusia, yaitu menyelamatkan manusia dari maut dan kebinasaan kekal (Mzm. 116:8; Yoh. 3:16).
Tuhan kita Yesus Kristus sangat peduli akan kebutuhan kita. Semasa Tuhan Yesus masih hidup dan melayani di dunia, Ia memenuhi kebutuhan banyak orang dalam dua kesempatan yang berbeda. Ia memberi makan 5.000 orang laki-laki belum termasuk perempuan dan anak-anak (Mat. 14:13-21) dan 4.000 orang laki-laki juga belum termasuk perempuan dan anak-anak (Mat. 15:32-39). Bahkan setelah Tuhan Yesus bangkit dan sebelum naik ke sorga, Ia tetap bertanya kepada murid-murid-Nya: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?” (Yoh. 21:5). Dan setelah para murid-Nya menjawab tidak ada, Ia berkata kepada mereka untuk menebarkan jalanya ke danau Tiberias (Yoh. 21:16) dan selanjutnya Ia berkata: “Marilah dan sarapanlah” (Yoh. 21:12). Kalimat-kalimat ini menunjukkan bahwa Allah kita, Tuhan Yesus sangat peduli akan kebutuhan kita, namun Ia juga mau supaya kita umat Tuhan mengusahakan dengan kemampuan dan tenaga yang ada.
Jadi, jika kita berada dalam suatu kebutuhan, kuatkan hati kita. Yakinlah, Ia yang berkata kepada murid-murid-Nya ”marilah dan sarapanlah” tidak akan melupakan kita dalam kebutuhan kita sehari-hari asalkan kita benar-benar yakin bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi serta mau mengusahakan dengan serius, tidak bermalas-malasan, dan tahu untuk apa Tuhan memberkati kita. Tuhan Yesus memberkati.
(AP05112020)
Pokok Doa:
- Ketanggapan dan upaya pemerintah daerah Jabodetabek dalam menangani curah hujan yang tinggi untuk mencegah terjadinya banjir & longsor;
- Upaya penerapan Sistem Aplikasi Monitoring Perubahan Perilaku yang diterapkan di 3,8 juta titik di 34 provinsi Indonesia untuk memantau kepatuhan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan;
- Dukungan bagi jemaat dan anggota keluarga yang bekerja sebagai tenaga medis kiranya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan hikmat dalam bekerja.

Amin