“Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup”
(Yohanes 8:12)
Setiap kali saya membaca Kitab Kejadian pasal 1 dan 2 yang menceritakan tentang penciptaan alam semesta, saya sangat mengagumi Allah sebagai Pencipta. Allah adalah Pribadi yang sangat sempurna dalam rencana dan karya-Nya. Mari perhatikan Kejadian 1: 1-5: ”Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama”. Pada hari pertama Allah hanya menciptakan langit, bumi dan terang, lalu memisahkan terang dari yang gelap dan memberi nama terang itu siang dan gelap itu malam. Sebelum menciptakan yang lain. Allah menyediakan tempat untuk ciptaan berikutya dan Allah menciptakan terang karena terang merupakan kebutuhan ciptaan berikutnya. Sungguh luar biasa bahwa Allah telah mengetahui bahwa bumi ini, termasuk manusia sangat memerlukan terang,
Ketika Tuhan Yesus memperkenalkan diri-Nya kepada orang banyak, Tuhan Yesus berkata: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” . Yesus datang ke dalam dunia ini untuk mencari dan menyelamatkan orang yang hidup didalam kegelapan dosa. Dia datang untuk membawa kita keluar dari kegelapan kepada terang hidup.
Dalam kotbah-Nya di atas bukit, yang dicatat oleh Rasul Matius, Tuhan Yesus bersabda: “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi” (Matius 5:14). Sejak semula, ketika Allah menciptakan manusia, Allah juga sudah mempunyai rencana yang sangat mulia, yaitu supaya kita dapat menjadi kemuliaan bagi Dia. Ada relasi yang sangat jelas antara Yesus dengan setiap orang yang sudah diselamatkan. Yesus menjadi sumber terang dan kita merefleksikan terang-Nya di dunia ini. Ilustrasi yang sangat tepat yang dapat menggambarkan hubungan kita dengan Yesus adalah matahari dan bulan. Bulan tidak mempunya terang sendiri. Bulan memantulkan sinar yang diterimanya dari Matahari. Demikian pula kita sebagai pengikut Kristus. Kita tidak punya terang sendiri. Kita hanya memantulkan terang Kristus.
Kita semua mengetahui kapan terjadi gerhana bulan yaitu ketika bumi yang kita tinggali ini terletak di antara matahari dan bulan, sehingga bulan tidak menerima sinar dari matahari. Kita sebagai pengikut Kristus seringkali gagal memancarkan terang Kristus karena ada “dunia” yang merintangi kita. Ada banyak hal yang merintangi kita memancarkan terang Kristus. Dalam Galatia 5:19-21, dijelaskan bahwa ada sifat kedagingan yang menjadi penghalang kita untuk memancarkan kembali terang Kristus. Antara lain: Perbuatan daging: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.
Satu ilustrasi lagi. Terang dalam bahasa Yunani ialah phos. Kata phos ini merupakan akar kata photo dalam bahasa Inggris. Kita merupakan potret dari Tuhan Yesus. Masa kekinian ini kita semua suka selfi yaitu satu cara berfoto di mana kita semua bisa melihat kepada kamera dan disana kita melihat gambar setiap orang yang berselfi. Pertanyaan, Apakah orang melihat Yesus dalam hidup kita?
Dunia kita saat ini sedang mengalami kegelapan yang ditimbulkan oleh Pandemi Covid-19. Dunia kita diliputi kekuatiran, ketakutan, kesulitan ekonomi yang kadang-kadang memicu rasa putus asa. Dunia kita memerlukan terang. Kita adalah terang dunia. Mari kita mencari cara agar dapat menyinari dunia ini dengan terang kasih Kristus. Kirimkan ayat ayat dari firman Tuhan yang memberi kekuatan moral. Panjatkan doa kepada Tuhan. Mari memohon agar kita diberi kekuatan, tegar dan tabah. Mari menjadi saksi bahwa dalam Kristus ada kekuatan, ada pengharapan, ada kehidupan. Demikianlah kita menjadi terang bagi dunia yang sedang mengalami kegelapan ini.
(JET25092020)
Pokok Doa:
- Doakan Organisasi Agama, Organisasi Masyarakat yg ada di Indonesia yang menghendaki Pilkada di tunda di beri kesabaran,kebijakan,tidak mengerahkan masanya karena Pemerintah tetap akan melaksanakan Pilkada serentak di Indonesia tetap berjalan sesuai rencana.;
- Doakan GBIK tetap dalam perlindungan,pemeliharaan Tuhan dalam menjalankan kegiatan untuk memelihara pertumbuhan dan pendewasaan Iman dapat berbuah untuk GerejaNya;
- Doakan Jemaat GBIK yang sedang dalam pergumulan dan perjuangan untuk mewujudkan harapanya melalui usaha-usaha yg sudah dirintis, dikerjakan Tuhan memberkati.
