MENGGUNAKAN WAKTU DENGAN BIJAKSANA
(EFESUS 5:15-21)
Kita adalah jemaat Tuhan yang tinggal di kota Jakarta dan sekitarnya. Tentu kita semua juga tahu bahkan merasakan betapa padatnya dan macetnya lalu lintas di sepanjang jalan kota Jakarta setiap harinya. Sehingga setiap orang yang hidup di Jakarta pada umumnya sangat memerhatikan dan menggunakan waktu yang ada dengan bijaksana supaya segala aktivitas dan agenda-agenda kegiatan lain yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan hasil yang maksimal. Maka tidaklah heran jika disetiap rumah, kamar tidur, ruang tamu, gedung gereja, pada persimpangan jalan, pada gedung bertingkat, pada pusat perbelanjaan, termasuk jam tangan yang kita pakai atau HP kita selalu menunjukkan waktu. Itu berarti waktu adalah sesuatu yang sangat berharga, maka pergunakanlah waktu sekarang ini dengan sebaik-baiknya atau dengan bijaksana lebih-lebih kita sebagai anak-anak Tuhan yang hidup di tengah-tengah jahatnya dunia (Efs. 5:15-16, 18) yang bisa membawa kita mengalami kemalasan dan kematian rohani (Efs. 5:1-8).
Menggunakan waktu dengan bijaksana adalah tanda atau bukti bahwa kita telah bangun dan bangkit dari segala kemalasan dan kematian rohani menuju kepada hal-hal yang baik, benar, dan bersifat rohani sehingga kita semakin mengerti kehendak Allah dalam hidup kita dan tidak lagi disebut sebagai orang yang bodoh (Efs. 5:17). Oleh karena itu, mari kita gunakan waktu dengan bijaksana sehingga dapat memprioritaskan sesuatu, karena jika kita dapat memprioritaskan sesuatu maka kita tidak menderita secara tubuh, jiwa, emosi, bahkan secara rohani. Prioritas menciptakan keserasian dan efisiensi serta menolong kita memakai waktu yang begitu berharga itu bagi empat hal yang harus kita lakukan sekarang ini, yaitu:
- Memberi waktu dengan Allah. Kita harus memberi waktu dengan Allah minimal satu jam (Mat. 26:40), baik itu dilakukan siang atau malam (Mzm. 1:2), dengan hati yang penuh sukacita (Mzm. 122:1), doa (Mat. 7:7), menyanyi dan menyembah Tuhan (Yoh. 4:24), menghafal dan merenungkan firman Tuhan (Mzm. 1:2), beribadah (Kel. 20:9-10; Mzm. 122:1), mengucap syukur, dan takut akan Tuhan (Efs. 5:19-21).
- Memberi waktu dengan keluarga. Dunia yang sibuk dan jahat ini membuat kita berpisah dengan keluarga. Anak-anak tumbuh tanpa pengawasan orang tua di samping mereka. Mereka ke luar kota atau ke luar negeri untuk sekolah, orang tua mendapat tugas kantor ke luar kota atau ke luar negeri, orang tua sibuk pelayanan, dan banyak lagi alasan lainnya. Namun demikian, kita harus dengan berbagai cara berada bersama keluarga karena keluarga adalah lembaga yang Allah bentuk dengan kuasa-Nya sendiri (Kej. 1:27-28).
- Memberi waktu dengan sesama. Kita adalah mahkluk sosial. kita tidak bisa hidup sendiri dan kita memerlukan sesama, karena melalui sesamalah kita mendapat pertolongan (Kej. 2:18), mendapatkan nasihat (Ams. 9:9), mendapatkan kecerdasan (Ams. 27:17), bahkan mendapatkan jalan keselamatan (Rm. 10:14).
Memberi waktu dengan diri sendiri. Untuk berhasil atau tidak, untuk bisa lebih dekat kepada Tuhan atau tidak itu ditentukan oleh kita sendiri. Hal ini membuat cukup alasan bagi kita mengapa kita harus mengadakan waktu untuk diri sendiri, misalnya istirahat (Mrk. 6:31), makan dan minum sehat (Im. 11:1-47), olah raga yang cukup (2 Tim. 2:5), menjaga hati dari ketakutan dan kejahatan (Ams. 4:23), dan menjauhkan diri dari dosa (Ams. 1:10). Ingat, waktu yang baik tidak akan pernah kembali untuk kedua kalinya, karena itu pergunakanlah waktu dengan baik atau bijaksana dan penuh disiplin diri. Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati.
