“Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa”
(Kis. 13:38-39)
Pada hari Jumat 10 Juli 2020 sebuah negara dikejutkan oleh meninggalnya Walikota dari ibukota negara itu. Walikota ini mempunyai reputasi yang sangat baik. Dia telah menjabat 2 periode sebagai walikota. Kedudukan walikota dari ibukota negara itu kuasanya hanya sedikit di bawah presiden negara tersebut. Walikota ini sangat populer di mata rakyat sehingga dia merupakan kandidat yang sangat kuat untuk menjadi Presiden. Jadi kematiannya sangat mengejutkan.
Setelah diadakan pencarian dengan mengerahkan 700 personil kepolisan dan tenaga pemadam kebakaran yang diperlengkapi dengan anjing pelacak selama 7 jam dia ditemukan telah meninggal di sebuah gunung yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Anaknya melaporkan kepada polisi bahwa ayahnya hilang setelah meninggalkan pesan berupa wasiat. Dari hasil pemerikasaan polisi, tidak ditemukan tanda tanda pembunuhan. Jadi diduga dia bunuh diri. Sehari sebelumnya Polisi menerima pengaduan dari Sekretaris Walikota. Wanita itu melaporkan bahwa ia menerima pelecehan seksual dari Pak Walikota. Dalam sebuah pesan yang ditemukan, sang walikota mohon maaf kepada anggota keluarganya dan kepada orang-orang yang telah disakitinya.
Hal seperti itu seringkali kita dengar, bahwa karena merasa malu atas perbuatannya yang jahat/tidak senonoh, orang nekad bunuh diri. Perbuatan dosa mengakibatkan hal yang memalukan dan menyedihkan. Setelah Adam dan istrinya melanggar perintah Tuhan, mereka merasa malu. Mereka bersembunyi ketika Allah datang mencari mereka.
Dalam Alkitab ada paparan tentang perasaan orang yang berbuat dosa. Namanya Daud, seorang raja. Dia telah melakukan perbuatan dosa yang keji. Dia berzinah dan mengambil Batsyeba , istri dari seorang tentaranya yang sangat setia, yang bernama Uria. Untuk menyembunyikan perbuatan dosa itu Daud berusaha sedemikian rupa, secara licik ia membunuh Uria. Dalam Mazmur 32 kita membaca bagaimana perasaan Daud ketika dia sadar akan dosanya: “Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela”. Selama Daud menyembunyikan dosa itu, hatinya tidak pernah tenteram. Ia merasa hampa dan kehilangan sukacita seolah hidup di padang yang gersang. Untung sekali Allah masih mengasihi dia dan mengutus Nabi Natan untuk menyadarkan dia akan dosanya. Daud memohon pengampunan kepada Tuhan. Perhatikan doa pengakuan dosa Daud: ”Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu” (Mazmur 51: 2-6). Puji Tuhan. Allah mengampuni Daud sesuai dengan janji-Nya: ”Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9) .
Perhatikan ungkapan sukacita Daud setelah ia menerima pengampunan dari Allah: ”Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku” (Mazmur 32:1-2, 5).
Itulah kabar baik dari Allah untuk kita. Ketika kita bertobat dan mengakui dosa kita kepada Tuhan: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. ” (Roma 3:23-24) Tuhan mengampuni dosa kita sebesar dan sekelam apapun. Dengan darah-Nya yang dikorbankan di atas kayu salib, Tuhan menyucikan dosa kita menjadi seputih salju.
Dalam Kisah Para Rasul 13 kita membaca bahwa ketika Rasul Paulus tiba di Antiokhia, dia berkhotbah di Synagoge/ Rumah Sembahyang orang Yahudi. Tema khotbah Paulus ialah bahwa di dalam Yesuslah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa. Hal ini tidak dapat dilakukan oleh hukum Torat (KPR 13:39).
Mari mengucap syukur kepada Allah bahwa kita yang seharusnya dihukum karena dosa dosa kita, melalui kasih karunia-Nya di dalam Kristus Yesus, kita memperoleh pengampunan dosa tersebut dan bahkan menerima hidup yang kekal. Bersyukurlah.
(JET070820)
Pokok Doa:
- Mari kita doakan Gereja kita yang masih melakukan kegiatan melalui Streaming, zoom maupun youtube agar bisa tetap dijangkau jemaat;
- Mari berdoa untuk semua panitia-panitia Gereja agar dapat bekerja sama saling mendukung dan menghargai;
- Mari kita berdoa untuk bangsa dan Negara kita yang akan berulangtahun ke 75, agar selalu bisa mengayomi masyarakat.
