“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah”
(1 Petrus 4:10)
Seorang pendeta disidang karena dituduh berbuat penistaan agama. Dia berpindah dari satu agama dan menjadi pengikut Yesus. Pada saat persidangan, dia diberi kesempatan untuk membacakan pledoi pembelaannya, tetapi dia tidak mempergunakan kesempatan itu. Lalu dipenjarakanlah dia selama beberapa tahun. Dia tidak malu dipenjara untuk pekerjaan Tuhan. Di dalam penjara, dia tetap bisa melayani Tuhan dengan memberitakan injil kepada sesama tahanan.
Waktu penciptaan berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” ( Kejadian 1:26 ).
Melalui Adam umat manusia diberi tanggung jawab untuk menjadi pengurus dan pemimpin. Namun Adam gagal melaksanakan tanggung jawabnya.
Yesus datang menebus kita dari kutuk dosa agar dapat mengangkat kita dari jurang dosa dan memberi kita sifat yang baru. Kita diperlengkapi dengan kuasa Allah sendiri, agar kita dapat menjadi pengurus yang yang baik atas pemberian-Nya.
Dengan demikian kita dapat memuliakan Allah dimuka bumi ini.
Karunia apa pun, yang kita miliki, harus kita gunakan untuk melayani seorang akan yang lain, tanpa menganggap diri sendiri sebagai pimpinan, tetapi hanya pengurus yang baik dari kasih karunia, atau berbagai karunia dari Allah.
Kemampuan apa saja yang kita miliki untuk berbuat baik, haruslah kita akui sebagai karunia atau pemberian Allah dan menyatakannya sebagai kasih karunia-Nya.
Karunia yang kita terima, kita harus memandangnya sebagai sesuatu yang diterima untuk digunakan bagi kebaikan seorang akan yang lain. Janganlah kita menganggapnya sebagai milik sendiri (egois) atau menyembunyikannya ( pelit ) , tetapi layanilah seorang akan yang lain dengan cara sebaik mungkin.
Bahwa semua yang kita punya adalah titipan Tuhan, yang harus kita pahami bahwa kita hanya mengurus dan bertindak sesuai petunjuk-Nya.
Jika ada orang yang melayani, baik sebagai diakon yang membagi-bagikan sembako dari gereja dan mengurus kaum miskin, atau secara pribadi, melalui pemberian kasih dan sumbangan, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah. Orang yang telah menerima banyak hal dan kemampuan dari Allah, harus banyak melayani sesuai kemampuannya. Aturan-aturan ini harus diikuti dan dilaksanakan demi tujuan ini, yakni supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu, baik di dalam semua karunia, pelayanan, maupun pekerjaanmu, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga (Mat. 5:16).
Jadi Dia yang memberikan kuasa Roh Kudus-Nya kepada kita, agar kita mampu hidup seperti Kristus. Kita masing-masing sudah menerima pemberian-pemberian yang berbeda beda dari Allah. Sebab itu sebagai pengelola yang baik dari pemberian Allah, hendaklah kita menggunakan kemampuan itu untuk kepentingan bersama.
Tuhan Yesus memberkati.
(MS18072020)
Pokok Doa:
- Berdoa untuk para Calon Baptisan agar Imannya dapat terus bertumbuh dalam Tuhan;
- Mengucap syukur wawancara Calon Baptisan dgn pan. Keanggotaan via Zoom dapat berjalan dengan lancar;
- Doakan rencana Baptisan tanggal 26 Juli atau ditunda sesuai dengan protokol kesehatan.
