“Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus”
(Luk. 5:18)
Salah satu fungsi gereja adalah melayani. Namun, apakah bentuk dan pola pelayanan yang dilakukannya? Secara sederhana dapat dikatakan bahwa bentuk dan pola pelayanan adalah peduli terhadap sesama dan membagikan berita perihal Tuhan Yesus Kristus kepada orang lain dan memperhatikan kebutuhan orang lain secara jasmani dan rohani. Sebagai contoh dalam ayat firman Tuhan di atas, empat orang membawa seorang yang lumpuh di atas tempat tidur dan meletakkannya di hadapan Tuhan Yesus Kristus. Itulah salah satu bentuk pelayanan yang ada diantara sekian banyak pelayanan Kristen. Oleh karena itu mari kita mengikuti beberapa bentuk dan pola pelayanan Kristen dari cerita Alkitab di atas supaya membantu kita dapat melayani lebih baik lagi
Pertama, tujuan dari pelayanan. Tujuan dari pelayanan yang kita lakukan adalah membawa siapa saja kepada Tuhan Yesus Kristus dan menolong orang lain menjadi dewasa di dalam Tuhan. Kita bukanlah seorang yang bisa menyembuhkan, menyelamatkan, mengampuni dosa, memberi arti dan nilai tujuan karena hanya Tuhan Yesuslah yang melakukannya itu. Orang-orang tetap membawa seorang temannya yang lumpuh itu bukan kepada orang lain melainkan kepada Tuhan Yesus Kristus walaupun harus menghadapi banyak tantangan.
Kedua, berbagai kemungkinan dalam pelayanan. Dalam melayani Tuhan ada berbagai kemungkinan yang ada dan itu tidaklah jauh dari kita. Tuhan bisa memberikan orang-orang yang dekat dengan kita untuk kita layani. Namun pelayanan terkadang terhalang dengan sikap kita yang tidak peduli, tidak berbelas kasihan, dan kurang berhikmat. Empat orang yang membawa orang lumpuh ini melihat kemungkinan yang ada, dan mereka memanfaatkannya dengan baik serta berhasil. Orang lumpuh yang mereka bawa bukan saja disembuhkan, tetapi dosanya juga diampuni sehingga boleh dikatakan orang lumpuh ini menerima berkat berlipat ganda.
Ketiga, pelaksanaan pelayanan. Dalam melakukan pelayanan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Pertama adalah prioritas dan kedua adalah sabar. Pelayanan haruslah menjadi prioritas dari kita sebagai orang Kristen dan gereja karena pelayanan adalah bukti kasih dan iman kita. Keempat orang yang membawa orang lumpuh itu menyingkirkan hal-hal lain dan mengutamakan kebutuhan orang lumpuh itu. Selain prioritas, pelayanan juga membutuhkan kesabaran. Keempat orang ini harus sabar mencari jalan untuk membawa orang lumpuh kepada Tuhan Yesus Kristus. Mereka harus sabar membongkar atab rumah untuk menurunkan si lumpuh di depan Tuhan Yesus Kristus. Dan dalam pelayanan hasil tidak datang dengan segera oleh karena itu diperlukan kesabaran yang ekstra. Keempat, janji yang menyertai pelayanan. Kita harus semangat melayani karena ada janji-janji Tuhan yang menyertai kita. Karena itu dalam pelayanan, setiap orang percaya harus menyatakan bahwa manusia berharga di mata Allah. Kebutuhan manusia baik jasmani dan rohani pasti akan diselesaikan Tuhan Yesus Kristus.
Sekarang kita sudah mengetahui bentuk dan pola pelayanan Kristen sesuai yang Alkitab ajarkan, maka mari kita tetap melayani dengan menjadikan Yesus Kristus teladan pelayanan kita. Melayanilah selagi masih ada kesempatan karena kesempatan tidak selamanya ada bagi kita. Tuhan Yesus memberkati.
(AP16072020)
Pokok Doa:
- Mendoakan para pengerja di bidang kesehatan , terus mohonkan belas kasihan Tuhan Yesus untuk mereka melayani masyarakat dengan hati yang teguh percaya pada Tuhan;
- Mendoakan jemaat yang terkendala dengan perangkat yang menolong untuk Ibadah Online, bisa terus dalam pertumbuhan iman dalam Tuhan Yesus Kristus;
- Mendoakan para jemaat setia memberi yang terbaik bagi Tuhan , di tengah pandemik , dan semakin sering bersekutu , berdoa pada Tuhan . Kiranya semua jemaat melihat kesetiaan Tuhan Yesus yang memelihara kehidupan kita setiap hari.
