“Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku”
(Filipi 1:20)
Kita semua yang hidup pada umumnya memiliki dan memikirkan masa depan, sehingga setiap kita pasti mempunyai pengharapan. Kita berharap setiap orang bersikap baik kepada kita, tubuh tetap sehat, pernikahan indah, sahabat setia, karir sukses, orang tua segera memiliki dan menggendong cucu, dan masih banyak lagi pengharapan-pengharapan lainnya. Namun untuk saat ini sepertinya siapapun itu, mulai dari anak kecil yang sudah berakal sampai orang dewasa memiliki pengharapan yang sama yaitu supaya Indonesia segera terbebas dari wabah covid-19. Anak-anak dan orang tua sudah mulai bosan beraktivitas di rumah, semua orang khawatir akan kesehatannya, para pengusaha resah dan berpikir keras untuk masa depan usahanya, banyak karyawan yang di PHK, banyak pengangguran dan kejahatan merajalela dimana-mana, bahkan ada oknum yang memanfaatkan peristiwa ini dan berusaha mengguncang kestabilan pemerintahan. Sebagai orang percaya, apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi situasi dan kondisi seperti ini yang seakan apa yang kita lakukan tidak sesuai dengan harapan kita? Rasul Paulus memberikan jawaban secara ajaib yang tertulis dalam Filipi 1, yaitu ia tetap bersukacita di tengah pengaharapan akan tempat, sesama, dan masa depan yang kandas.
Firman Tuhan katakan bahwa, rasul Paulus meringkuk dalam penjara. Tentu ini bukan suatu tempat yang menyenangkan (bandingkan selama covid-19 sudah sebulan lebih kita hanya dirumah)! Atau ketika kita merasa terjebak dalam pernikahan, pekerjaan, atau lingkungan yang tidak menyenangkan, kita mudah putus asa. Namun, rasul Paulus mempunyai sikap yang luar biasa positif. Ia berkata, penderitaannya itu justru digunakan untuk membantu dan melakukan penyebaran Injil (Flp. 1:12). Dalam peristiwa ini mungkin Paulus juga berharap ada saudara seiman yang menyemangatinya, malahan justru ada yang senang ia di penjara dan mereka semangat memberitakan Injil dan berkhotbah karena rasa “dengki dan perselisihan” (Flp. 1:15). Lalu apa reaksi rasul Paulus dalam hal ini? Ia tetap bersukacita asalkan nama Tuhan diberitakan dan dimuliakan (Flp. 1:17-18). Rasul Paulus juga tidak gentar sedikitpun akan masa depannya yang tidak pasti meskipun ia tahu kapan saja Nero menghukum mati dirinya, tetapi ia berkata, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Flp. 1:21). Jadi, apapun yang terjadi dalam hidup kita, baik kita yang saat ini belum memiliki tempat yang nyaman, teman yang setia, masa depan yang pasti, belajarlah dan milikilah pengharapan seperti rasul Paulus, yakni apapun yang terjadi, Tuhan Yesus Kristus dimuliakan! Amin, Tuhan Yesus memberkati.(AP85042020)
Pokok Doa:
- Doakan program Bantuan sosial selama pandemik untuk bisa di kelola hingga diterima bagi mereka yang membutuhkan.
- Doakan untuk panitia pubdok yang mempersiapkan video Ibadah Online setiap minggu , serta Sekretariat gereja yang membantu , diberi hikmat dan kesehatan.
- Doakan anak-anak yang mengikuti ujian online , mengandalkan Tuhan Yesus dan di beri kepintaran.

Amin .
Terus untuk kemuliaan Tuhan Yesus
Amin .
Terus untuk kemuliaan Tuhan Yesus .
Amin.
Amin
Tuhan harapanku