WANITA PENENTU, NASIB BANGSANYA
(ESTER 7 : 1 – 10)
Dalam rangkaian tema khotbah bulan April hampir semua menyoroti tentang wanita, ini semua berkaitan dengan hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April. Jadi tidak salah pula kalau saat ini saya mengucapkan Selamat hari Kartini bagi wanita wanita Gereja Baptis Kebayoran dan semua wanita Indonesia. Untuk kali ini tidak salah juga jika tokoh wanita yang diangkat adalah seorang wanita yaitu Ester.
Sebagian orang mengatakan bahwa kodrat seorang wanita itu lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa. Juga ada sebagian orang mengatakan bahwa nasib baik buruknya suatu bangsa itu tergantung dari wanitanya. Jika kita melihat dari kalimat tersebut seolah olah wanita memang bagian dari penentu baik buruknya suatu bangsa. Timbul suatu pertanyaan dari hati saya, apakah demikian adanya? Mari kita renungkan sejenak, dalam firman Tuhan saat ini, tentang seorang wanita yang bernama Ester, apakah dia memiliki karakter tersebut?
Kita semua tahu bahwa Ester adalah seorang gadis cantik, yatim piatu (Ester 2 : 7) berkebangsaan Yahudi. Singkat cerita dengan kemurahan Tuhan, Ester diangkat menjadi seorang ratu menggantikan Ratu Wasti mendampingi Raja Ahasyweros. Ada beberapa hal yang menarik dari kisah ratu Ester yang bisa kita teladani dalam menentukan nasib bangsanya sehubungan dengan seorang panglima yaitu Haman yang ingin memunahkan orang Yahudi (Ester 3). Mendengar hal itu hati Ester sedih. Lalu apa yang dilakukan Ester sebagai seoang ratu yang juga berkebangsaan Yahudi? Ester memiliki hati yang luar biasa meskipun Ester sudah menjadi ratu, Ester tidak sombong, Ester tetap memperhatikan dan memikirkan bangsanya. Dengan bukti seorang Ester rela mati demi bangsanya, Ester berpuasa dan berdoa (Ester 4 : 13 – 15). Dengan sikap yang di ambil Ester, Tuhan menyertai dan memberi keberanian Ester untuk menghadap Raja. ( Ester 5).
Dari kisah tersebut kita bisa melihat bahwa Ester memiliki karakter yang kuat untuk menentukan nasib bangsanya, dengan bukti biarpun dia seorang wanita, Ester memiliki jiwa patriotik yang tinggi yaitu berani mati demi bangsanya. Dengan jiwa yang tidak sombong dan rela mati, akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa yaitu Haman dihukum mati dan bangsa Yahudi terbebas dari pembunuhan (Ester 7 : 1 -10).
Mari sebagai anak-anak Tuhan kita meneladani karakter Ester, dengan tetap tidak sombong, tetap menjalin hubungan akrab dengan Tuhan, tetap rela berkorban dan tetap memperhatikan orang lain yang memerlukan pertolongan sekalipun kita sudah sukses dalam hidiup ini, supaya kehidupan kita semakin berkenan kepada Tuhan. Menjadi seorang penentu yang baik dalam keluarga, di lingkungan di mana kita tinggal, di lingkungan tempat kita sekolah/kuliah/bekerja kita masing – masing. Tuhan memberkati.
