“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan”
(Yakobus 1:2)
Ketika Tuhan Yesus memberikan pengajaran kepada para Murid-Nya dalam hal berdoa, dikalimat terakhir dikatakan supaya dalam doa kita menyebut supaya Tuhan menjauhkan kita dari pencobaan dan melepaskan dari yang jahat (Mat. 6:13). Itu berarti setiap orang yang berdoa maupun Tuhan Yesus sendiri tidak ingin setiap umat Allah mengalami berbagai pencobaan dan kesulitan selama hidup di dunia. Tetapi ini juga bukan berarti bahwa setiap kita atau umat Allah yang sudah berdoa kepada dan dalam nama Tuhan Yesus Kristus akan senantiasa terhindar dari berbagai kesulitan. Kesulitan adalah sesuatu yang membuat perut kita melilit kencang tatkala kita dibawa menjalani naik turun dan lika-likunya dalam hidup ini, bahkan ketika kita berpikir bahwa kita sudah dapat bernafas lega, kitapun diguncang lagi.
Sekarang ini kita harus kembali kepada firman Allah bahwa kesulitan bukanlah suatu takdir yang terjadi secara acak dan seakan-akan takdirlah yang menyeret dan membawa kita naik turun sesukanya tetapi dengan adanya kesulitan membawa kita mengerti bahwa Allah bekerja di dalam dan melalui setiap kesulitan yang kita hadapi sehingga dengan adanya kesulitan kita tahu betul bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita dalam masalah yang kita hadapi (Flp. 4:13) dan sebaliknya, dengan sifat-Nya yang penuh kuasa, Dia membangun dengan baik suatu struktur yang menopang kita agar kita dapat menjalani proses tersebut di sepanjang jalur dan batasan yang dirancang-Nya dengan cermat. Bahkan ketika keadaan semakin penat, tidak menentu dan berliku-liku yang membuat kita sulit merasakan dukungan dan bimbingan-Nya, kita masih ditopang-Nya dengan kuat. Dan harapan satu-satunya tatkala kita harus melalui semua pengalaman sulit tersebut adalah dengan bertahan dan berpegang kuat-kuat.
Ada dua hal yang kita butuhkan ketika kesulitan mengusik kenyamanan kita, yaitu kebutuhan untuk memahami apa yang kita alami (untuk mendapatkan jawaban atas berbagai pertanyaan sulit yang membuat pikiran dan hati kita muram) dan kebutuhan kita akan pemulihan (untuk merasa lebih baik sehingga dapat menyelesaikan masalah yang kita hadapi). Dari kedua kebutuhan itu, pemahaman adalah kunci agar kita dapat menangani masalah secara efektif hingga tiba pada akhirnya, karena tanpa pemahaman yang dapat memberikan jawaban yang tepat, kita akan kehilangan arah, tujuan dan harapan yang membawa rasa aman seperti dalam Yakobus 1:2, bahwa “ ….. anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan”. Betul, Pencobaan dan kesulitan memang menyakitkan, mengecewakan, memalukan, mematahkan semangat tetapi dalam hal ini, Allah melihat pencobaan dan kesulitan sebagai ujian untuk menyingkapkan jati diri kita yang sebenarnya oleh karena dalam kesulitan, sifat dan karakter yang sebenarnya dari kita akan nampak, apakah kita tetap setia dan berharap kepada Allah atau kita meninggalkan-Nya (Rm. 8:28-29; Yak. 1:2-4). Amin, Tuhan Yesus memberkati.
(AP23042020)
Pokok Doa:
- Doakan hikmat bagi Pemerintah setiap negara yg terkena virus, supaya mengandalkan Tuhan dan melayani dengan rela bagi rakyatnya.
- Doakan untuk hikmat bagi semua kalangan masyarakat dalam menghadapi dampak ekonomi karena covid , semakin mengandalkan Tuhan dan bisa saling membantu sesama manusia.
- Doakan jemaat GBIK bersedia mengadakan Waktu doa pribadi dan keluarga setiap hari nya, di beri hikmat dalam mengatur waktu.

Sedikit Berbagi dari renungan Ibadah doa Rabu , 22 April 2020 oleh Ibu Ika Darmo
Perlu di miliki :
1. Punya semangat juang
2. Peka mendengar suara Tuhan
3. Memiliki visi Tuhan
4. Menjaga kekudusan
5. Memiliki ketulusan hati
Doa dan kekudusan harus menjadi gaya hidup wanita kepunyaan Allah