“Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: Sesungguhnya Tuhan ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya”
(Kejadian 28:16)
Pengalaman Yakub dalam pelariannya menyelamatkan diri dari kejaran kakaknya Esau, ia berjumpa dengan Allah yang melawatnya, namun ia tidak menyadarinya. Mungkin begitu dengan kita, berkali-kali Allah yang mahakuasa dan mahahadir melawat kita namun kita tidak peka dan menyadari kehadiran-Nya. Ketika Ia melawat umat-Nya, Ia dapat memakai berbagai cara, dimana saja, dan kapan saja untuk melawat kita. Adapun tujuan lawatan Allah kepada manusia, bisa untuk memberkati, menguatkan, memberi pada kita pengertian akan Dia secara khusus, bahkan menegor dan mengoreksi kita supaya kita tidak teledor dan sesat. Dalam Markus 11:11, secara tidak terduga, Tuhan Yesus mengunjungi orang Yahudi di dalam Bait Allah dan melihat segala sesuatu yang sedang berlangsung. Ia datang ke Bait Allah dengan tujuan untuk memperbaiki kembali fungsi Bait Allah yang tadinya adalah “rumah doa”, tetapi para imam telah merubahnya menjadi “sarang penyamun”. Ia menjungkir balikkan meja-meja penukar uang dan mencambuk semua orang yang telah berubah setia terhadap Allah dan dengan lantang Ia berteriak “Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun” (Mat. 21:13).
Dalam Alkitab menceritakan banyak kunjungan atau lawatan Allah yang tidak terduga sebelumnya. Tuhan mengunjungi Abraham untuk memberitahukan tentang kehancuran yang akan datang ke atas Sodom dan Gomora (Kej. 18:1), Tuhan mengunjungi Lot dan menyuruhnya lari ke gunung melalui dua orang malaikat-Nya (Kej. 19:15-17), Tuhan memperlihatkan diri kepada Gidion (Hak. 6:11-23), kepada orang tua Simson (Hak. 13:3), kepada Saulus (Kis. 9:2-5), bahkan Tuhan Yesus melawat dua orang murid-Nya yang berjalan menuju Emaus dan meyakinkan mereka akan kebangkitan-Nya serta meyakinkan mereka isi Alkitab (Luk. 24:13-35). Kunjungan Tuhan kepada umat Tuhan tidak serta merta seperti yang dialami Abraham, Musa, para nabi dan rasul lainnya, tetapi bisa saja melalui masalah, pergumulan dan hal-hal kehidupan yang belum dapat kita mengerti dan pahami. Dan Ia hadir melawat kita dapat melalui apapun, siapapun dan peristiwa apapun. Lawatan-Nya bisa saja melalui hal-hal biasa sehingga kita tidak menyadari kehadiran-Nya, dan melalui peristiwa-peristiwa yang diluar akal kita seperti yang terjadi pada diri Ayub dan keluarganya atau mungkin dengan peristiwa yang terjadi sekarang ini dan yang pasti Ia melawat kita sesuai dengan kesanggupan kita menerima lawatan-Nya, tinggal sekarang ini, apakah kita peka terhadap kehadiran dan lawatan Tuhan yang sering tak terduga itu atau tidak? Waspada dan berjaga-jagalah, kedatangan-Nya kedua kali sudah dekat! Tuhan Yesus memberkati. (AP21042020)
