“Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh Tuhan Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: ‘Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?’”
(Kejadian 3:1)
Kaum Adam harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan atas inisiatifnya menciptakan seorang penolong yang sepadan baginya. Dengan hadirnya seorang penolong dalam hidupnya, kaum Adam merasakan secara langsung maupun tidak langsung peran nyata dari penolong tersebut. Namun rupanya di balik hati seorang penolong itu ada satu hal yang harus diperhatikan, supaya tidak menjadi penghalang perannya sebagai penolong yang baik. Apakah itu?
Firman Tuhan yang tertulis di dalam Kejadian 3:1 menjadi dasar kita untuk menjawab pertanyaan di atas. Dalam ayat tersebut, mengapa ular datang kepada perempuan itu (Hawa), tetapi tidak datang kepada Adam? Kemungkinan ular sebagai binatang darat yang paling cerdik itu menyadari akan adanya kelemahan seorang perempuan dibandingkan seorang laki-laki. Kelemahan apa itu? Kelemahan itu adalah perasaannya. Memang benar seorang perempuan lebih memiliki perasaan gampang percaya, gampang jatuh hati, gampang timbul belas kasihan dan sebagainya. Satu sisi hal ini merupakan kelebihan, namun dari sisi yang lain dapat menjadi titik lemahnya. Hal ini terbukti dengan peristiwa ular (baca Iblis) menggoda Hawa. Dengan godaan itu Hawa cepat terpengaruh, cepat memercayai omongan ular, walaupun apa yang disampaikan ular tersebut kepada Hawa bertentangan dengan firman Tuhan, akhirnya ia jatuh dalam dosa. Di sinilah letak kelemahan hati seorang perempuan di balik perannya sebagai penolong laki-laki.
Menyadari akan perannya yang penting dan kelemahan seorang perempuan yang berpotensi menimbulkan masalah dalam kehidupan keluarga, maka laki-laki yang menjadi suaminya harus senantiasa mendampinginya untuk menutup kelemahan yang dimiliki perempuan tersebut. Di sinilah perlunya kerjasama yang saling menguntungkan dan saling menutup kelemahan dalam hubungan suami dan isteri, sehingga rumah tangga yang dibangunnya berjalan selaras, serasi dan seimbang. Tuhan Yesus memberkati. (RI03042020)
