Bacaan Alkitab : Ulangan 12 – 14
(Kurun waktu : diperkirakan 1.444 – 1.406 S.M.)
“Menjaga Harta Warisan Anda”
download versi word file : Renungan Harian Tgl 18 Maret
Jika Anda diberi warisan, bagaimana cara mengamankannya sehingga nilainya akan tetap berharga? Jika warisan tersebut berupa sejumlah property, maka Anda akan membayar seorang manajer property yang dapat dipercaya dan handal untuk mengelolanya, atau jika warisan itu berupa sebuah rumah, maka mungkin Anda akan memasang system keamanan yang baik. Atau jika warisan tersebut berupa perhiasan berharga, Anda akan menaruhnya di kotak penyimpanan yang aman, ataupun jika berupa uang, tentu Anda ingin memastikan bahwa uang tersebut di depositokan di bank yang terpercaya. Tetapi jika Anda dijanjikan suatu warisan dan masih belum memperolehnya, Anda mungkin akan menantikan kemurahan hati pihak yang menjanjikan warisan tersebut bagi Anda. Anda akan melayani dan mengasihinya dengan pengabdian yang setia. Anda akan menunjukkan cara hidup yang patut diteladani, sehingga pihak yang akan memberi warisan tersebut akan tetap menaruh kepercayaannya kepada diri Anda. Seringkali juga dalam beberapa kondisi, Anda akan senang untuk melakukan hal-hal yang dikehendaki pihak yang akan memberi warisan tersebut, dan atas hal tersebut maka Anda pun akan menerima manfaat.
Generasi ke dua ummat Israel yang keluar dari Mesir sudah akan bersiap menerima warisan yang dijanjikan, yaitu tanah Kanaan. Mereka perlu melakukan kehendak pihak yang memberi warisan tersebut, yaitu Allah, dan memegang janji untuk menjalankan perintah Sang Pemberi Warisan. Apakah kehendak Sang Pemberi Warisan tersebut? Ulangan 12 : 26 memberikan ketentuan-ketentuan khusus yang harus mereka patuhi. Selain itu, di dalam kitab Ulangan 12 : 2 – 3 dan Ulangan 7 : 2 – 6 disebutkan bahwa ummat Israel harus menumpas dan menghalau bangsa-bangsa yang tanahnya akan mereka duduki tersebut. Mengapa demikian? Di dalam Renungan Harian tanggal 16 Maret, kita telah mendapat jawaban atas pertanyaan tersebut, tetapi alasan terutama atas perintah Allah tersebut adalah : mereka harus menumpas seluruh bangsa penghuni tanah Kanaan tersebut beserta segala berhala mereka oleh sebab kejahatan mereka, sehingga ummat Israel tidak akan ikut menyembah dewa –dewa mereka dan mengikuti praktik-praktik penyembahan berhala yang keji (salah satu praktik yang disebutkan di dalam Renungan Harian hari ini adalah tentang mempersembahkan anak-anak mereka sebagai korban bakaran bagi dewa-dewa mereka). Dengan kata lain, dengan membinasakan seluruh penduduk Kanaan, maka mereka akan dapat mengamankan warisan mereka.
Ummat Israel adalah ummat kesayangan milik TUHAN sendiri. Surat 1 Petrus 2 : 9 – 10 berkata bahwa ummat Kristiani adalah juga merupakan ummat kesayangan milik Allah sendiri. Bahkan, kita telah diangkat menjadi anak oleh Allah sendiri dan menjadi anak-anak kesayangan Allah dan juga telah menerima hak warisan dari TUHAN (Efesus 1 : 3 – 14 dan 1 Petrus 1 : 3 – 4). Surat Injil Yohanes 1 : 12 – 13 berkata, “(1 : 12) Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; (1:13) orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki , melainkan dari Allah.” Surat Roma 8 : 16 – 17 memberitahukan kita bahwa “(8 : 16) Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. (8:17) Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” Oleh karena kita adalah milik kesayangan Allah, maka kita juga perlu mengamankan hak warisan kita.
Walaupun Alkitab mengajarkan kita bahwa harta warisan kita bersifat kekal , sehingga kita tidak akan pernah kehilangan (Yohanes 5 : 24; Yohanes 10 : 27-30; I Petrus 1 : 3 -5 ), tetapi kita dapat kehilangan upah (I Korintus 3 : 12 – 15). Kadang-kadang kita harus secara fisik membuang hal-hal yang dapat menyebabkan kita jatuh ke dalam dosa, ataupun menjauhkan diri kita dari pencobaan-pencobaan, agar kita tidak akan kehilangan hak warisan tersebut. Kita memiliki musuh yang hendak menghancurkan kehidupan rohani kita. Surat I Petrus 5 ; 8 berkata “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.”
Di Tanah Perjanjian di Kanaan, ummat Israel tidak langsung mendapatkan tempat untuk melakukan penyembahan. Perintah kepada ummatNya yang terdapat di dalam kitab Ulangan 12 : 4 – 7 adalah bahwa mereka tidak boleh menyembah TUHAN, Allah mereka, menurut cara dan tempat yang dikehendaki mereka sendiri. Mereka juga tidak boleh menyembah Allah dengan cara-cara seperti bangsa asing menyembah berhala-berhala mereka. Ummat Israel harus membawa korban bakaran dan persembahan ke suatu tempat yang dipilih oleh Allah. Di tempat tersebut mereka akan bersukacita dengan ucapan syukur dan pujian bagi Allah mereka.
Apakah penting bahwa kita berkumpul bersama dengan orang Kristen lainnya di sebuah tempat ibadah? Ya. Tetapi beberapa kaum percaya telah beranggapan salah yang menipu diri sendiri.; mereka berpikir bahwa menyembah Allah menurut cara mereka sendiri di rumah, sudah cukup. Gereja adalah sebuah tempat di mana kita berkumpul bersama sesama saudara seiman lainnya di dalam Kristus, untuk menyembah Allah. Roh Kudus Allah telah memberi berbagai karunia kepada seluruh anggota gereja: anug’rah sebagai pendeta, guru, pembimbing, orang yang suka menolong, dan karunia-karunia lainnya (Roma 12 : 1 – 13; I Korintus 12; Efesus 4 : 7 – 16). Lalu bagaimanakah kita dapat mempraktekkan karunia rohani kita untuk saling menolong satu sama lainnya, saling memberi semangat, dan saling menanggung beban sesama saudara seiman, jika kita mengisolasikan diri kita? Orang-orang percaya merupakan tubuh Kristus, dan tidak boleh meninggalkan persekutuan di antara mereka, melainkan harus bersekutu bersama-sama, untuk melakukan pengajaran Alkitab ataupun berkhotbah, saling mendorong dan bersekutu bersama-sama secara teratur (Ibrani 10 : 23 – 25). Jika memungkinkan bagi kita untuk menghadiri ibadah di gereja yang injili, maka sebaiknya kita pergi kesana.
Kitab Ulangan 13 mengatakan tentang masalah adanya pengajaran yang sesat dan nabi-nabi palsu. Mengikuti cara hidup mereka akan membuat ummat Israel kehilangan hak warisan mereka (dan demkian juga hal nya bagi kita). Bagaimana ummat Israel dapat mengetahui siapa saja nabi-nabi yang perkataannya dapat dipatuhi, dan siapa saja yang merupakan nabi palsu? Bagaimana kita dapat tahu tentang hal ini? Mereka harus dengan hati-hati mendengarkan pesan yang disampaikan oleh nabi tersebut, dan kemudian mengkaji apakah hal tersebut benar dan konsisten dengan Firman Allah. Jika nabi tersebut mencoba untuk memimpin ummat Israel menjauh dari TUHAN, maka ia adalah nabi palsu. Kitapun harus menguji para nabi Tuhan tersebut. Berhati-hatilah: Iblis menyamar sebagai malaikat terang, agar dapat menipu anak-anak Allah. Maka tidak mengherankan pula bahwa utusan-utusan Iblis – nabi-nabi palsu tersebut – mencoba untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain. ( 2 Korintus 11 : 14 – 15).. Ujian lainnya tentang kebenaran dapat ditemukan di surat-surat: 2 Timotius 3 : 13 – 15. Dan I Yohanes 4 : 1 – 6.
Kita dapat pula mengamankan warisan hak milik kita dengan cara menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan yang terjadi masa kini disekitar tempat tinggal kita. Ummat Isarel harus mematuhi segenap perintah Allah dengan sepenuh hati, serta menjalani hidup yang kudus dan berkenan kepada Allah, sebab mereka adalah ummat kudus kepunyaan Allah, milik kesayangan Allan sendiri. Pola hidup kudus ini bahkan juga mempengaruhi cara diet/pembatasan makanan yang boleh mereka konsumsi. Ini merupakan perintah yang diulang lagi, yang sebelumnya telah dicantumkan di dalam kitab Imamat 11 bagi generasi pertama ummat Israel yang keluar dari Mesir (Renungan Harian tanggal 19 – 20Februari). Batasan atas makanan-makanan tertentu yang diberikan oleh TUHAN bagi ummat Israel tersebut mungkin saja demi alasan kesehatan, tetapi juga mungkin karena makanan-makanan yang dilarang tersebut telah dipersembahkan bagi berhala-berhala tanah Kanaan. Allah tidak mengijinkan ummatNya untuk mengkonsumsi segala sesuatu yang berhubungan dengan penyembahan berhala. Batasan atas jenis-jenis makanan yang diharamkan tersebut kemudian telah dihapuskan di dalam kitab Perjanjian Baru oleh Yesus dan Rasul Paulus (Markus 7 : 15 – 19; I Korintus 8). Namun demikian , karena kita juga adalah milik kepunyaan Allah yang berharga di mataNya, maka kita harus selalu berusaha untuk menyenangkan hati Allah di dalam segala hal, dan itu termasuk juga dalam pola makan kita. Ummat Kristiani juga perlu menjaga pola makan yang sehat dan membatasi konsumsi makanan yang tidak baik bagi kesehatan, bukan karena makanan merupakan hal yang jahat, tetapi agar dapat memperoleh kekuatan dan energy untuk melakukan kehendak Allah. Mereka seharusnya tidak boleh terlibat di dalam pola konsumsi makanan yang rakus dan tamak, pesta pora maupun pengidolaan makanan-makanan tertentu, seperti yang sekarang sedang menjadi tren.
Sikap yang selalu mengucap syukur, juga merupakan langkah pengamanan bagi warisan kita. Setiap tahun, ummat Israel diwajibkan untuk menyisihkan sepersepuluh dari segala hasil pertanian tanah mereka, serta mempersembahkan hewan ternak mereka yang sulung. Pada setiap tahun yang ke tiga, mereka diwajibkan untuk menyisihkan persepuluhan dengan jenis yang sama. Persembahan persepuluhan pada tahun ke tiga tersebut diberikan bagi suku Lewi yang melakukan tugas imam di Kemah Suci. Meskipun persembahan tersebut diwajibkan, tetapi pada dasarnya merupakan persembahan korban keselamatan dan ucapan syukur yang dibagikan bersama dengan suku Lewi dan para janda, yatim piatu dan para pendatang di tanah tersebut. Jika mereka melakukan semua hal tersebut, maka TUHAN akan memberkati mereka dan segala hak warisan mereka pun akan terjamin. Bagaimana hal nya dengan kita? Adalah prinsip yahg ditetapkan di dalam Firman Tuhan, bahwa jika kita memberikan harta materi dan uang kepada TUHAN untuk melakukan pekerjaan dan kehendakNya, dan dilakukan dengan ucapan syukur kepada Allah, maka Ia akan memberikan imbalan bagi kita lebih banyak lagi dibandingkan dengan jumlah yang kita persembahkan tersebut, sehingga kita dapat terus mendukung pekerjaan-pekerjaan TUHAN, serta menolong sesama yang memerlukan uluran tangan kita (Maleakhi 3 : 10, 2 Korintus 9 : 6 – 8). Tetapi ini bukanlah pola pikir untuk menjadi kaya dan diberkati dengan cepat; Allah mengetahui maksud hati setiap orang.
Untuk Direnungkan dan Dilakukan :
- Apakah Anda memiliki harta warisan di surga? Allah menawarkan pengampunan dosa, hidup yang didamaikan dengan Allah, kehidupan rohani yang baru, serta harta warisan surgawi ;
- Setelah Anda memiliki warisan tersebut, maka Anda tidak akan kehilangan warisan rohani tersebut, tetapi oleh sebab adanya ketidak–patuhan, Anda dapat saja mengalami kehilangan upah surgawi. Setialah kepada Allah dan usahakanlah untuk selalu menyenangkan hati TUHAN ;
- Matikanlah segala kecenderungan yang jahat di dalam diri Anda ; kadang-kadang secara fisik kita harus membuang hal-hal yang tidak baik, ataupun menjauhkan diri dari segala godaan dan pencobaan, sehingga kita tidak akan kehilangan warisan surgawi tersebut ;
- Allah menghendaki agar secara teratur, kita bersekutu dengan sesama ummat percaya di Gereja, untuk dapat melakukan ibadah doa dan penyembahan secara bersama-sama untuk mengucap syukur, untuk mempraktekkan karunia-karunia rohani, untuk menerima perintah Allah melalui FirmanNya, dan untuk memberi dan menerima support ;
- Oleh Karena kita adalah ummat milik Allah yang berharga di mataNya, maka kita harus berusaha menyenangkan hati TUHAN di dalam segala sesuatu, dan hal tersebut dapat juga berarti menjalankan pola makan yang berkenan bagi TUHAN
- Sikap mengucap syukur adalah perlindungan dan keamanan bagi warisan kita.
Pertanyaan Untuk Diskusi :
- Pada bagian Awal dari Kitab Ulangan 13 , kita diingatkan TUHAN tentang bahaya adanya guru-guru palsu. Apakah kita juga percaya bahwa guru-guru palsu juga terdapat dalam hidup kita sehari-hari? Apakah ada orang-orang di sekitar kita yang mencobai agar kita menyembah berhala-berhala? Apakah ada kemungkinan bahwa salah satu dari illah-illah palsu yang disembah tersebut adalah diri kita sendiri? Apakah kita telah sungguh-sungguh mengasihi TUHAN dengan segenap jiwa dan hati?
Ayat Hafalan Hari Ini :
“Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu.”
- Ulangan 14 : 21c “…

Shalooom, sy ta tau kenapa msh ada umat yg sebut mereka rohana tdk rohani? Nyanyian karya terbesar dlm hidupku pengorbananmu yg slamat kanku engkaulah HARTA yg ta ternilai yg kumiliki & kuhargai, Yesus engkau ku kagumi, kematianMu menghidupkanku …..
2 Tim 1:13-14 ada tertulis bhw harta itu adalah Roh Kudus yg menolong kita,di dlm kita yg dipercayakanNYA kpd kita,peliharalah HARTA yg indah itu! Lakukan itu dlm iman & kasih dlm Kristus Yesus, pegang apa yg kau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yg SEHAT. Ada tertulis diayat lain bhw akan tiba masanya orang2 ta bisa trima ajaran SEHAT, mrk akan tukar kebenaran dgn dogeng yg enak d kuping mrk saja! Nampaknya saat ini waktunya! Waspada! Bukan kurangnya iman kami, tp saat ini waktu yg jahat itu! Carilah kehendak Allah JANGAN BODOH!