“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”(Filipi 4:13)
Mendiang Melitha Sidabutar membuat sebuah lagu yang begitu indah yang berlirik “Segala perkara dapat ku tanggung, di dalam Dia yang memberi kekuatan.” Lagu tersebut adalah lagu yang menemani penulis selama beberapa tahun terakhir di dalam masa sulit yang begitu rumit. Lagu tersebut tentu saja merupakan lagu yang sangat memberkati penulis karena di dalam lagu tersebut mengandung sebuah unsur – unsur ilahi yang tertulis di dalam Filipi 4:13 “Segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Ayat tersebut mengandung sebuah makna yang sangat dalam dan indah yang perlu dipahami oleh orang percaya. Makna tersebut terletak di kata “di dalam” yang mengandung sebuah arti indah. Paulus dengan tuntunan Roh Kudus menuliskan surat tersebut dan memakai kata “di dalam” untuk memberikan sebuah arti yang sungguh penting bagi kehidupan orang percaya.
Paulus sangat percaya bahwa Tuhan Yesus dapat menolong manusia, bahkan masalah berat dan mustahil sekali pun. Namun di dalam ayat tersebut ia tidak menuliskan “segala perkara dapat kutanggung oleh Dia’’ namun “segala perkara dapat ku tanggung di dalam Dia.” Mengapa demikian? Hal tersebut memberikan sebuah makna berbeda di mana jika Paulus menuliskan “segala perkara dapat ku tanggung oleh Dia” maka itu akan memberi kesan bahwa Tuhan Yesus lah yang bertanggung jawab atas semua permasalahan hidup yang kita miliki dan dengan itu maka Tuhan Yesus wajib untuk menjamin hidup manusia tanpa masalah. Dan akhirnya pada satu titik yang menajiskan, kita akan menganggap Tuhan Yesus sekadar hamba suruhan yang harus menuruti semua keinginan tuannya.
Namun faktanya, Paulus menuliskan di dalam Fil. 4:13 dengan kata “di dalam” yang memberi sebuah makna yaitu orang percaya perlu berada di dalam Dia agar kita mendapatkan kekuatan dan Ia akhirnya menolong kita menghadapi semua permasalahan dan membawa kita bersama dengan-Nya menjadi seorang pemenang. Yang menjadi pertanyaannya sekarang adalah apakah kita sudah berada di dalam Dia?
Seorang percaya yang sudah berada di dalam Dia memiliki sebuah karakteristik yang menonjol yaitu kehidupannya memancarkan Kasih dan menghasilkan Buah. Kedua hal tersebut dapat terlihat ketika orang percaya berusaha untuk hidup di dalam Dia dengan cara membangun hubungan intim bersama-Nya. Apa saja? Doa, pujian penyembahan, pembacaan perenungan Alkitab dan puasa.
Tuhan Yesus memang sanggup bahkan sangat sanggup menolong semua masalah yang terjadi di dalam kehidupan kita. Namun sebagai orang percaya yang benar, maka kita perlu hidup berada ‘di dalam Dia’ sehingga kita tidak jatuh ke dalam dosa menyalahkan Tuhan dan agar kita dapat terus berserah pada providensi-Nya saja. Tuhan Yesus memberkati.
(YG070624)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa agar banyak anak-anak yang mendaftar SIL dan orang tua mengizinkan anak-anaknya untuk ikut SIL GBIK.
- Berdoa bagi ketua dan anggota Panitia Pencalonan Diakon agar dapat memilih dan menetapkan Calon Diakon yang jujur serta bertanggung jawab terhadap keluarga dan Gereja.
- Berdoa bagi Menteri Kehakiman dan jajarannya, agar dapat bekerja dengan baik dan adil serta memperhatikan masyarakat lemah yang memerlukan bantuan hukum.
Pokok Doa Cabang IMANUEL, Rantau Prapat, Sumatera Utara

- Doakan usaha penjangkauan dan penginjilan di Cab. Rantau Prapat, kiranya jemaat berani dalam memberitakan Injil.
- Doakan jemaat yang sedang merantau untuk kuliah/belajar/bekerja di luar kota: Siska, Fitri, Dinda, Maria, Ester.
- Doakan jemaat yang merindukan memperoleh keturunan: Keluarga Purba br. Sihombing dan Keluarga Nadeak br. Sibuea.
