““Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!.” (Roma 12:12)
Selamat bertemu kembali pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, renungan kita hari ini berjudul “Bersukacitalah Dalam Pengharapan”. Ada beberapa peristiwa dimana kita mengalami sukacita. Kita bersukacita ketika dikaruniai anak. Kita bersukacita saat kita mendapat pekerjaan. Kita juga bersukacita ketika kita menerima kenaikan jabatan, dan masih banyak hal lain lagi yang menjebabkan kita bersukacita. Hari ini mari membaca dan merenungkan firman Tuhan yang terdapat dalam Roma 12:8-15. Dalam firman Tuhan ini kita diminta untuk bersukacita dalam pengharapan.
Untuk itu mari memperhatikan sedikit latar belakang Roma 12. Pasal ini dimulai dengan satu nasihat untuk mempersembahan hidup kita sebagai korban yang hidup bagi Tuhan, “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati” (Roma 12:1). Kemudian ayat-ayat selanjutnya menasihati kita untuk melayani dan mendahulukan orang lain.
Memang sangat menarik bahwa pastilah dengan pimpinan Roh Kudus, Rasul Paulus menempatkan ayat 12 ini hampir di tengah-tengah pasal 12, yang terdiri dari 21 ayat ini. Dalam ayat-ayat sebelumnya Rasul Paulus menasihati pengikut Kristus untuk saling mengasihi. Kemudian mulai ayat 14 sampai ayat 21 Rasul Paulus menasihati pengikut-pengikut Kristus untuk mengasihi dan menolong orang yang membenci mereka. Tuhan pasti mengetahui bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang sulit.
Kalau kita membaca kata “korban” dalam Roma 12:1, ingatan kita mengacu kepada upacara ketika orang mempersembahkan korban bakaran di kemah sembayang atau di Bait Allah dalam Kitab Perjanjian Lama. Ternak yang akan dikorbankan, harus disembelih, lalu dipotong-potong menurut aturan yang telah ditetapkan, kemudian ditaruh di atas mezbah lalu dibakar dan dipersembahkan kepada Tuhan. Jadi hidup yang dipersembahkan kepada Tuhan sebagai korban pasti tidak mudah. Untuk mengasihi dan menolong orang-orang yang membenci dan menganiaya kita adalah tindakan yang sulit. Sukar untuk mendahulukan orang yang tidak menyukai kita bukan? Bersikap ramah kepada orang yang berlaku kasar kepada kita juga menjadi sesuatu yang tidak mudah, hampir mustahil.
Tuhan juga pasti tahu bahwa semua hal itu sulit untuk dilakukan. Tetapi Tuhan berkata kepada kita: “Aku tahu bahwa yang Aku minta kamu lakukan itu adalah sesuatu yang sukar, tetapi Aku mau mengatakan bahwa kamu akan bersukacita dalam pengharapan. Kamu akan bersabar dalam penderitaan . Kemudian kamu akan setia dalam berdoa. Kamu pasti dapat melakukan semua yang Aku perintahkan kepadamu”.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, bisa saja akan terjadi hal-hal yang sukar datang dalam hidup kita, ada orang yang menyakiti hati dan fisik kita, tetapi bersabarlah. Tuhan bersama kita, Ia memegang tangan kita, berjalan bersama kita, menuntun langkah kita, bahkan dalam kesukaran Ia mendukung kita. Untuk itu tetaplah berhubungan dengan Tuhan melalui doa. Ia berfirman kepada kita: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”( Roma 12:12).
(JET09022024)
Pokok Doa GBIK:
- Berdoa para pelayan Tuhan yang melayani Tuhan pada Ibadah Minggu; dan berdoa bagi para guru SM dalam mempersiapkan bahan pelajaran mengajarnya hari minggu tanggal 11 Februari 2024;
- Berdoa untuk Presiden Bapak Joko Widodo dan Wakil Presiden Bapak Maruf Amin agar diberikan Kesehatan, hikmat dan kebijaksanaan dalam menjalankan roda pemerintahan, menjelang masa jabatan di bulan September 2024.
- Berdoa bagi Masyarakat Tionghoa yang akan merayakan Tahun baru Imlek pada hari Sabtu, 9 Februari 2024.
Pokok Doa Cabang SEKADAU, Kalimantan Barat
- berdoa untuk calon-calon anggota yang sedang dibina dalam kelas baptis mulai Januari 2024:Sdri Mischa Aprilneri, Sdri Dea, Sdri Terza, Sdri Nia, Sdr Kevin
- Doakan penyelesaian pagar keliling gereja
- Doakan gereja Memerlukan tempat baptisan.
