“Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.(Matius 2:13-15)
Kalau Anda membaca firman Tuhan dalam Injil Matius 2:13-18, mungkin Anda berpikir: Mengapa Allah menyuruh Yusuf melarikan Yesus dan Maria ke Mesir dan tidak “mematikan saja raja Herodes yang kejam itu”. Bukankankah tidak lama kemudian Herodes mati juga lalu Tuhan menyuruh Yusuf membawa Yesus dan Maria kembali ke Israel? ( Matius 2:19). Jawaban untuk pertanyaan tersebut adalah untuk menggenapi dua nubuatan yaitu: “Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” (Matius 2:13-15 dan “Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.” (Matius 2:17-18).
Tetapi kalau kita melihat lebih dalam lagi, Allah meminta Yusuf membawa Yesus dan Maria ke Mesir adalah untuk menyelamatkan Anak-Nya dari pembunuhan, agar Yesus dapat melaksanakan tugas menyelamatkan manusia dari dosa melalui kematian-Nya di kayu salib. Berkali-kali dalam Alkitab kita menemukan cara “melarikan dari pembunuhan adalah cara untuk menyelamatkan diri agar rencana Allah tercapai. Mari perhatikan beberapa contoh berikut:
Ketika Firaun mengirim tentaranya untuk membawa kembali bangsa Israel ke Mesir, tindakan terbaik dari Allah adalah melarikan umat-Nya dari kejaran tentara Mesir. Allah mengeringkan Laut Merah dan bangsa Israel bisa melarikan diri dengan aman. Demikian juga ketika orang-orang Yahudi ingin membunuh Saulus, maka murid-murid Saulus menyelamatkan Saulus dengan cara: “menurunkannya dari atas tembok kota dalam sebuah keranjang” (Kisah Para Rasul 9:25). Raja Daud harus berkali-kali melarikan diri dari usaha raja Saul yang ingin membunuhnya.
Pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, Allah yang diperkenalkan oleh Kitab Suci adalah Allah yang melindungi Anak-Nya dari pembunuhan. Allah telah lama menjadi Bapa yang melindungi kita anak-anak-Nya. (Alangkah baiknya bila Anda membaca Hosea 11:1-4).
Bagaimana Tuhan melindungi kita?
Tuhan melindungi anak-anak-Nya dari godaan. Selama kita hidup di dunia ini kita masih selalu menghadapi pencobaan. Dalam menghadapi pencobaan, Allah memberi perlindungan kepada kita anak-anak-Nya. Allah kita itu setia. Rasul Paulus menulis dalam suratnya: “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya”. (1Korintus 10:13).
Tuhan melindungi anak-anak-Nya dari jangkauan Setan. Musuh utama kita adalah Setan. Dia selalu berusaha menarik kita kepadanya, Tetapi Yesus melindungi kita dari segala usaha untuk melepaskan kita dari kasih Kristus. Tuhan Yesus bersabda: “dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:28-30)
Tuhan melindungi anak-anak-Nya dari kejahatan. Contoh yang sangat baik mengenai pokok ini adalah Ayub. Dua kali Setan datang menyerang Ayub agar tidak setia kepada Tuhan. Tetapi dua kali juga Allah berkata kepada si Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN. (Ayub 1:12.) Dan sekali lagi: “Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” (Ayub 2:6) Memang kita masih menghadapi kesukaran-kesukaran, tetapi Tuhan melindungi kita sehingga kita tidak melakukan kejahatan / dosa.
Dan yang sangat penting adalah: Tuhan melindungi anak-anak-Nya dari kematian yang kekal: Tuhan Yesus bersabda ; “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. (Yohanes 11:25-26). Hal ini jelas tidak berarti bahwa tubuh ini akan hidup selamanya (apakah kita menginginkannya?). Hal ini berarti kematian bukanlah akhir dari segalanya. Meskipun tubuh kita akan mati, roh kita, yaitu roh orang yang percaya kepada Kristus tidak akan pernah melihat neraka!
Jangan meragukan pemeliharaan Tuhan dalam hidup Anda.
(JET081223)
Pokok Doa GBIK:
- Doakan untuk jemaat GBIK yang saat ini sedang dalam pemulihan kesehatan agar di beri kesabaran dan kekuatan;
- Doakan untuk panitia dan organisasi GBIK dapat mempersiapkan program-program gereja di tahun 2024;
- Doakan untuk pelaksanaan Ibadah doa Fajar dapat berjalan dengan baik dan berdoa untuk para pelayan Tuhan yang melayani di Ibadah Doa Fajar.
Pokok Doa TPW FILADELFIA, Todokuiha, Halmahera Utara
- Doakan anak-anak mengikuti sekolah minggu dengan semangat serta jemaat semangat dalam mengikuti kegiatan yang ada
- Mengucap syukur untuk kegiatan Ibadah Doa Rabu dan Sekolah Minggu yang mulai terlaksana
- Doakan dana untuk pembangunan gedung gereja dan pastori
