“Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika.”
(2 Timotius 4:9,10)
Rasul Paulus adalah pribadi yang sangat menghormati dan mengasihi Junjungannya yaitu Tuhan Yesus Kristus. Ia mengasihi dan rela melayani Tuhan Yesus sampai titik darah penghabisan. Demikian juga Rasul Paulus sangat mencintai jemaat yang dilayaninya. Ada hubungan kasih yang sangat erat di antara Rasul Paulus dan jemaat-jemaat yang dilayaninya. Tidaklah mengherankan ketika Rasul Paulus mengadakan perjalanannya kembali ke Yerusalem, ia mengumpulkan pemimpin-pemimpin gereja Efesus di Miletus. Rasul Paulus menyampaikan khotbah perpisahan dengan mereka. Setelah selesai berkhotbah Paulus berdoa bersama-sama dengan mereka. Dokter Lukas mencatat: “Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia. Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal. Suatu perpisahan yang sangat berat dan mengharukan.(Kisah Para Rasul 20:17-38).
Dalam pasal terakhir dari suratnya yang kedua kepada Timotius anak rohaninya, Rasul Paulus memberi nasihat dan dorongan kepada Timotius untuk tetap siap memberitakan firman Tuhan, pada waktu keadaan baik maupun tidak baik. Timotius diminta untuk menegur dan menasihati orang-orang yang dilayaninya dengan segala kesabaran dan pengajaran. Rasul Paulus juga menasihati Timotius agar selalu menguasai dirinya dalam segala hal, sabar menderita, dan melakukan pekerjaan pemberitaan Injil.
Rasul Paulus menulis dan mengirim suratnya yang kedua ini kepada Timotius dari dalam penjara di Roma. Rupanya Rasul Paulus merasa bahwa kematiannya sudah dekat. Dia menulis: “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2 Timotius 4:6-8). Kalau kita membaca bagian terakhir suratnya ini, Rasul Paulus juga merasa sendirian dan hanya ditemani oleh dokter Lukas, karena itu dia minta agar Timotius segera datang dan membawa Yohanes Markus.
Penulis ingin mengulas sedikit bagian ini: ” Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika.” Perhatikan, ada nama: Demas. Nama ini hanya 3 kali dicatat dalam Alkitab. Selain dalam 2 Timotius 4:19 ini, dalam Kolose 4:14, Demas disebut sebagai teman pelayanan Paulus dan Lukas dan mengirim salam kepada jemaat di Kolose. Kemudian dalam Filemon 1:24 Demas bersama Markus, Aristarkhus, dan Lukas, teman-teman sekerja Paulus. Lebih menarik lagi kalau kita menyimak arti dari nama Demas dalam bahasa Yunani dan Ibrani, artinya orang populer, terhormat . Dia adalah seorang Misionari. Tetapi sayang sekali kemudian Demas meninggalkan pekerjaannya sebagai misionari dan meninggalkan Rasul Paulus sendirian dalam penjara, ketika Rasul Paulus sangat memerlukan teman.
Mengapa Demas meninggalkan pekerjaannya sebagai pemberita injil dan Paulus? Rasul Paulus berkata karena Demas mencintai dunia ini. Demas meninggalkan Paulus ketika Paulus dipenjara karena memberitakan Injil. Setiap orang yang mengikut Yesus dan melayani Dia harus memikul salibnya. Banyak orang yang tidak tahan, sehingga mereka termasuk Demas tidak tahan sehingga memilih kembali mencintai dunia. Kemungkinan juga Demas meninggalkan Paulus dalam penjara dan kembali mencintai dunia karena malu menjadi pengikut Kristus. Bukankah hal seperti banyak terjadi dilakukan oleh orang-orang yang semula mengikut Tuhan Yesus, tetapi kemudian kembali mencintai dunia karena malu disebut sebagai pengikut Kristus.
Saudara-saudara pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, sebagai pengikut Kristus janganlah kita meninggalkan Tuhan Yesus dan kembali mencintai dunia ini. Ingatlah, Tuhan Yesus tidak malu mengalami segala siksaan dan penghinaan ketika Dia disalibkan karena Dia mengasihi Anda dan menebus dosa-dosa Anda.
(JET21042023)
Pokok Doa:
- Peningkatan dan pemulihan perekonomian masyarakat melalui berbagai sektor;
- Rumah sakit dan klinik Kristen (khususnya Baptis) dapat menjangkau banyak orang dan menjadi sarana pemberitaan Firman Tuhan;
- GBIK dalam rangka Pengajaran Injil, kiranya Tuhan memimpin Panitia PI diberi hikmat dan semangat dari Tuhan dapat menjangkau jiwa-jiwa baru dimenangkan melalui Cabang Pos PI yang ada sekarang ini.
Pokok Doa GBIK Cabang Lyman-Munson
- Kesetiaan jemaat dalam beribadah dan melayani Tuhan;
- Rencana dan persiapan pengorganisasian 28 Juni 2023.
