“Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”
(Keluaran 15:26)
Dalam Kitab Keluaran pasal 15, kita membaca bangsa Israel yang dipimpin oleh Musa baru saja menyeberang Laut Teberau yang oleh kuasa Allah menjadi kering sehingga bangsa Israel bisa menyeberang dengan aman. Kemudian dengan kuasa Allah pula laut itu tergenang air kembali, sehingga seluruh tentara Mesir dengan kereta perangnya tewas tenggelam. Menyaksikan mujizat luarbiasa tersebut, Musa dan segenap bangsa Israel menyanyi memuji Tuhan. (Keluaran 15:1-19). Demikian pula Miryam, saudara perempuan Harun, mengambil rebana lalu diikuti oleh para perempuan lainnya juga menari nari sambil memukul rebana. Mereka semua bersuka-ria memuji Tuhan yang telah menyelamatkan mereka.
Kemudian mereka tiba di Padang gurun Syur dan selama tiga hari mereka tidak mendapat air. Lalu mereka tiba di Mara, ada air tetapi tidak bisa diminum karena pahit. Mereka bersungut-sungut kepada Musa. Musa pun berdoa kepada Tuhan, dan Tuhan memberikan Musa sepotong kayu. Ketika Musa melemparkan kayu itu ke dalam air yang pahit tersebut, dan . . . . air yang pahit itu secara ajaib menjadi manis sehingga bisa diminum. Puji Tuhan.
Mungkin Anda pernah bertanya mengapa Allah memimpin bangsa Israel harus menempuh perjalanan selama 40 tahun untuk masuk ke negeri Kanaan yang telah Allah janjikan kepada Israel? Bukankah ada jalan yang lebih dekat dari Mesir dan langsung menuju ke Kanaan? Mengapa bangsa Israel harus menjalani perjalanan yang panjang dan penuh dengan tantangan ?
Kita harus ingat bahwa ketika bangsa Israel keluar dari Mesir mereka adalah para budak. Mereka belum pernah berperang. Negeri Kanaan dikelilingi oleh bangsa-bangsa yang kuat. Jadi Allah ingin melatih bangsa Israel menjadi satu bangsa yang kuat dan tangguh. Lebih dari itu Allah ingin sekali bangsa Israel bisa sungguh-sungguh mengenal siapa Allah yang mereka percayai.
Sesungguhnya, jika kita merenungkan perjalanan bangsa Israel menuju ke tanah perjanjian, itu sama seperti perjalanan kehidupan rohani kita. Setelah kita percaya kepada Tuhan Yesus dan diselamatkan serta dibebaskan dari perbudakan dosa, ternyata hidup kita tidak selalu nyaman seperti yang kita bayangkan semula. Sering kita berada di padang gurun kehidupan. Atau, tiba-tiba kita berada di “Mara” saat kita menemukan “air yang pahit”. Tetapi puji kepada Tuhan. Dalam firman Tuhan yang kita renungan hari ini, Allah memberitahu kita: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau. (Keluaran 15:26). Dalam firman Tuhan ini Allah menyebut DIRINYA: “Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau” יְהוּדִי רָפָא — YHWH-RAPHA—ALLAH PENYEMBUH.
Melalui Kayu Salib Kristus, hidup kita yang pahit bisa menjadi manis, karena Kristus-lah yang memberi kita kekuatan. Tuhan Yesus dalam Injil Matius 11 :28-30 bersabda: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
Saudara-saudara kekasih Kristus pembaca SRHI yang setia, datanglah kepada Kristus Yesus. DIA adalah ALLAH PENYEMBUH – YHWH RAPHA. Hal yang luar biasa itu akan terjadi bagi kita dan untuk itu Tuhan mengingatkan: “jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya”.
(JET24032023)
- Doakan hikmat Tuhan bagi Ketua- ketua Panitia dan Organisasi GBIK dalam melayani Tuhan sesuai panggilan mereka;
- Doakan hikmat Tuhan bagi Pemerintah RI dalam menyiapkan IKN;
- Doakan hikmat Tuhan bagi para pelajar dalam mengisi libur awal puasa dengan positif.
Pokok Doa Cabang SRIBAWONO, Lampung Timur
- Doakan Pelayanan Pdt Kadek dan keluarga;
- Doakan Jemaat Cab Sribawono.
