“Firman yang datang kepada Yeremia dari TUHAN, bunyinya: “Dengarlah perkataan-perkataan perjanjian ini dan sampaikanlah itu kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem! Katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Terkutuklah orang yang tidak mendengarkan perkataan-perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu pada waktu mereka Kubawa keluar dari tanah Mesir, dari dapur peleburan besi, dengan berfirman: Dengarkanlah suara-Ku dan lakukanlah segala apa yang Kuperintahkan kepadamu, maka kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, sehingga Aku dapat menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada nenek moyangmu untuk memberikan kepada mereka tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya, seperti halnya pada waktu ini.” Lalu jawabku: “Begitulah hendaknya, ya TUHAN!” Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Serukanlah segala perkataan ini di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem dengan mengatakan: Dengarkanlah perkataan-perkataan perjanjian ini dan lakukanlah itu!”
(Yer. 11:1-6)
Dalam hidup ini, banyak orang menjadikan kesenangan, uang sebagai tujuan hidupnya dan bukan Allah. Sehingga orang itu menjadi hamba uang dan bukan hamba dari Allah. Semua ini terjadi karena orang itu kurang bahkan tidak yakin bahwa Allah menyertainya. Suatu janji yang memberi pengharapan dan menghalaukan segala rasa takut dan kuatir. Janji-janji Allah menyukakan hati dan tidak pernah ditujukan kepada pribadi tertentu. Setiap janji-Nya bertujuan bagi banyak orang, bagi dunia. Ia memilih satu orang bernama Abraham, tetapi tujuan-Nya adalah supaya melalui Abraham segala bangsa di muka bumi ini mendapat berkat (Kej. 18:18)
Apapun yang Allah janjikan pada salah seorang, itu berarti janji bagi banyak orang. Jika Ia memberi sumur bagi seseorang, berarti itu untuk diminum banyak orang. Jika Ia membukakan pintu gudang-Nya untuk memberi roti, disana mungkin ada yang lapar dan memerlukannya. Apapun janji yang Ia berikan kepada Abraham, Musa, atau para nabi, rasul yang lain, itu juga berarti bagi kita secara pribadi dan bagi siapa saja yang terhisap menjadi anak-anak Abraham. Tidak ada berkat yang terlalu agung bagi kita atau anugerah terlalu lebar bagi kita. Angkatlah mata, lihat ke utara dan selatan, ke timur dan barat, karena semua milik kita. Panjatlah dan naiklah ke gunung, perhatikanlah janji yang Ia berikan kepada Abraham bahwa tanah perjanjian milik kita dan setiap orang yang percaya. Tidak ada sumber air yang kita tidak boleh minum. Jika tanah perjanjian itu penuh susu dan madu, maka minumlah susunya dan makanlah madunya karena kedua-duanya milik kita. Karena Ia telah berjanji: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Sebab itu dengan yakin kita berkata: Tuhan adalah penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Ibr. 13:5-6)
Dalam Yeremia 11:1-17, kita telah diingatkan oleh pengalaman hidup umat Tuhan yang tidak taat pada janji Allah akan datangnya Mesias dan berkat-berkat Tuhan lainnya. Padahal Allah telah memberi mereka pertumbuhan (ay. 17), tetapi mereka telah menghalangi sendiri pertumbuhan itu dengan mereka tidak percaya janji Allah dan mencari allah lain oleh karena kesenangan, makanan, atau mungkin uang telah menjadi tujuan utama hidupnya, sehingga Allah sangat murka atas mereka sampai-sampai Allah menyembunyikan wajah-Nya dan tidak mau mendengar doa-doa yang mereka tujukan kepada-Nya (ay. 11b, 14).
Mari kita intropeksi diri kita masing-masing, apakah kita sekarang ini setia pada janji-Nya atau malah seperti umat Israel yang meragukan kuasa Allah? Jangan halangi Allah untuk memberi pertumbuhan kepada kita oleh karena kita kurang percaya kepada-Nya. Ingat, dalam janji itu, Allah memberikan kepada umat-Nya segala sesuatu untuk dinikmati. “Aku tidak pernah meninggalkan engkau”. Itu juga berarti tidak ada apapun yang ada pada pribadi Allah yang tidak dapat kita alami dan rasakan. Jika Allah itu mahakuasa, maka Ia akan nyatakan kemahakuasaan-Nya bagi kita yang percaya kepada-Nya. Jika Ia mahakasih, maka dengan panjang sabar dan penuh kemurahan, Ia akan menyatakan rahmat-Nya bagi kita yang percaya. Tuhan Yesus memberkati.
(AP30062022)
Pokok Doa:
- Mari mengucap syukur atas GBIK karena SIL sudah dilaksanakan dengan baik;
- Mengucap syukur atas kerjasama semua Guru dan Petugas SIl agar tetap senantiasa diberkati;
- Mengucapakan syukur atas Pemerintah kita karena Presiden kiranya dapat mendamaikan Negara-negara yang bertikai.
Pokok Doa TPW GERBANG INDAH, Loleba, Halmahera Timur
- Pelayanan dan kesehatan Gembala Sidang: Pdm. Defretes Patty beserta keluarga;
- Kesetiaan jemaat dalam berbakti dan melayani;
- Kesehatan jemaat;
- Kegiatan pelaksanaan perbaikan Gedung ibadah berjalan lancar.
