“Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.”
(Roma 9:1-3)
Rasul Paulus adalah seorang pengabar injil / misionaris yang sangat tekun mengabarkan berita keselamatan dalam Kristus Yesus. Kitab Kisah Para Rasul mencatat Rasul Paulus mengadakan 4 kali perjalanan memberitakan injil termasuk saat perjalanannya ke Roma untuk naik banding. Paulus adalah seorang rasul yang sangat giat dalam memberitakan injil kepada semua orang, khususnya kepada orang-orang bukan Yahudi.
Dalam melaksanakan pengabaran injil itu, Rasul Paulus mengalami banyak hambatan dan penderitaan. Dalam suratnya yang kedua kepada gereja Korintus, Paulus menulis: “Apakah mereka pelayan Kristus? — aku berkata seperti orang gila — aku lebih lagi! Aku lebih banyak berjerih lelah; lebih sering di dalam penjara; didera di luar batas; kerap kali dalam bahaya maut. Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan, tiga kali aku didera, satu kali aku dilempari dengan batu, tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut. Dalam perjalananku aku sering diancam bahaya banjir dan bahaya penyamun, bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi; bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu. Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian, dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.” (2 Korintus 11:23-25)
Apa yang membuat Rasul Paulus rela bersusah payah dan mau mengalami sedemikian banyak penderitaan? Oleh karena Paulus memiliki hati seorang misi, yaitu hati yang dipenuhi kasih dan kerinduan agar orang Yahudi bisa percaya kepada Tuhan Yesus dan diselamatkan. Dalam Roma 9:1-5 yang menjadi teks renungan SRHI kita hari ini, kita membaca pernyataan Rasul Paulus yang memberitahu kita mengapa dia memberitakan injil: “Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!” (Roma 9:4-5).
Saudara pembaca SRHI yang dikasihi Tuhan, mungkin Anda berkata memang orang Israel layak mendengar injil keselamatan sebab mereka adalah umat pilihan Allah. Mereka telah diangkat menjadi anak-anak Allah; mereka telah menerima kemuliaan; merek a telah memperoleh perjanjian-perjanjian. Mereka juga sudah menerima hukum Torat dan banyak keistimewaan lainnya.
Saudara yang dikasihi Tuhan, mari kita melihat Saudara-saudara kita yang belum percaya kepada Tuhan Yesus seperti ketika Musa melihat bangsa Israel yang telah berbuat dosa, yaitu ketika bangsa Israel menyembah patung anak lembu emas. “Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang — sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka —“ (Keluaran 32:25), Musa menghadap Tuhan dan berdoa : “Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka. Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu — dan jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis.” (Keluaran 32:31-32). Musa merelakan namanya dihapus dari kitab yang ditulis Allah asalkan dosa bangsa itu bisa diampuni oleh Allah.
Marilah memiliki hati seorang misi, yaitu hati yang terpanggil untuk memberitakan kasih Allah dalam Kristus Yesus. Hati yang tergerak bersaksi karena melihat mereka yang tidak perecaya kepada Kristus adalah seperti domba-domba tersesat dan sedang menuju kearah penghukuman Allah. Mari memiliki hati seorang misi yang melihat setiap orang yang belum percaya kepada Yesus juga mempunyai kesempatan untuk beroleh keselamatan dan Tuhan Yesus.
(JET10062022)
Pokok Doa:
- Doakan persiapan pelayan Musik di gereja kita baik yang di paduan suara dan Karawitan;
- Doakan pemerintahan NKRI yang terus berusaha menolong masyarakat tetap sehat menghadapi pandemik;
- Doakan persiapan Doa Berantai bulan Juli 2022.
Pokok Doa Cabang PINTU GERBANG SURGA, Suku Anak Dalam, Bengkulu
- Bersyukur acara pelaksanaan Pembaptisan tanggal 8 Mei;
- Pelaksanaan kelas persiapan baptisan untuk 7 orang calon baptisan;
- Bersyukur atas Pemberkatan Pernikahan tanggal 10 Mei sudah terlaksana.
