“Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”” (Kejadian 4:6-7)
Tahukah Anda bahwa dosa pembunuhan yang pertama kali terjadi di dunia ini, adalah pembunuhan dalam satu keluarga, yaitu ketika Kain membunuh Habil, adiknya. Sangat disayangkan bahwa dosa pembunuhan itu terjadi justru ketika mereka baru saja selesai mempersembahkan Korban Bakaran kepada Tuhan. Peristiwa itu membuat keluarga yang semula sangat berbahagia setelah Allah memberkati Hawa dan melahirkan 2 orang anak yaitu Kain dan Habil. Hawa berkata: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.”
Banyak orang sering mencoba menemukan apa penyebab korban persembahan Habil di terima oleh Tuhan, tetapi korban persembahan Kain tidak diterima-Nya. Ada yang mengatakan bahwa Tuhan menerima persembahan Habil karena dia: “Mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya. Sebaliknya, Kain dan korban persembahannya tidak diterima oleh Tuhan karena: Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan.
Kalau kita membaca dengan teliti Kejadian 4:1-12, maka kita menemukan beberapa kata kunci yang memberi kita beberapa keterangan mengapa persembahan Habil diterima oleh Tuhan dan persembahan Kain tidak diterima oleh-Nya. Firman Tuhan memaparkan: “ … hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram” (4:5). Lalu Tuhan menegur Kain: “Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?” (4:6-7). Di sini kita melihat bahwa Kain mempersembahkan korban bakarannya kepada Tuhan dalam suasana hati yang panas dan muka yang muram, tidak ada suka cita. Hatinya panas dipenuhi dengan kemarahan. Jadi bukan karena Habil mempersembahkan ternak berupa anak sulung kambing dombanya, dan Kain hanya mempersembahkan hasil pertaniannya.
Dalam kitab Injil kita membaca, suatu hari Tuhan Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan” (Markus 12:41-44). Jadi bukan karena jumlah atau jenis persembahan yang menentukan persembahan Habel diterima oleh Tuhan dan persembahan Kain ditolak-Nya. Persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan karena hatinya dikuasai oleh kemarahan / kejahatan. Tuhan memperingatkan Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?” Tuhan selanjutnya memperingatkan Kain: “Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya” (Kej 4:7).
Iblis selalu mengintip dan mencari kesempatan untuk menggodai serta membawa kita jatuh kedalam dosa. Firman Tuhan mengingatkan kita : “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh” (1Petrus 5:8-9 a). Tuhan berkata kepada Kain dan kepada kita juga: “tetapi engkau harus berkuasa atasnya“. Kita harus mengendalikan diri kita agar tidak jatuh kedalam dosa.
Dalam khotbah-Nya di atas bukit, Tuhan Yesus bersabda: “Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara” (Matius 5:23-25). Firman Tuhan ini mengingatkan kita, bahwa kita perlu, bahkan mesti untuk selalu mengendalikan diri kita.
(JET22102021)
Pokok Doa:
- Doakan hikmat Tuhan bagi para Diakon dan keluarga yang melayani jemaat bersama dan keluarga mereka diberikan kesehatan;
- Doakan jemaat yang mencari pekerjaan , kiranya di berikan Tuhan hikmat untuk mereka berkarya;
- Doakan Pelaksanaan program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat di bidang property.
