“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.”
(1 Korintus 12:27, ITB)
“Yang ingin saya sampaikan ialah: Saudara sekalian bersama-sama merupakan tubuh Kristus dan masing-masing merupakan bagian yang khusus dan penting.”
(1 Kor. 12:27, FAY)
Kita baru saja merayakan ulang tahun GBIK yang ke 58. Berapa lama Anda telah menjadi anggota GBIK? Apakah setiap kali Anda mengikuti Kebaktian atau kegiatan-kegiatan gereja, Anda merasa bersukacita dan merasa diberkati? Atau apakah Anda merasa biasa-biasa saja atau bahkan merasa jemu? Mungkin ada orang yang setiap kali mengikuti kegiatan gereja merasa biasa saja atau mungkin bosan. Sayang sekali kalau terjadi demikian. Kalau ada orang yang merasa demikian, kemungkinan besar dia tidak mengasihi gerejanya. Hal seperti itu terjadi dalam Gereja di Efesus (Wahyu 2:1-7). Mereka tekun, mereka rajin melayani, mereka tidak sabar terhadap orang-orang jahat, tetapi mereka melalukan semuanya itu tanpa ada perasaan kasih. Mereka telah kehilangan kasih mereka kepada Tuhan.
Dalam 1 Korintus 12 firman Tuhan menyatakan beberapa alasan mengapa kita mengasihi gereja di mana kita menjadi anggota.
- Kita mengasihi gereja kita karena gereja adalah merupakan satu keluarga. Kita merasa seperti satu keluarga. Rasul Paulus menyatakan bahwa gereja merupakan satu tubuh Kristus. Jemaat atau anggota-angotanya berasal dari latar belakang yang berbeda-bedam tetapi telah menjadi satu dalam Kristus.. Di gereja Korintus ada orang Yahudi, ada orang Yunani, ada budak, ada orang merdeka. Ada yang kaya ada yang miskin, ada yang kuat dan ada yang lemah. Firman Tuhan menyatakan bahwa itu tidak menjadi masalah, kita adalah anak-anak Allah. Darah Kristus telah mempersatukan kita menjadi keluarga Allah.
Saat ini banyak orang yang hidup dalam kesepian. Mereka merindukan ada teman, ada orang yang memerhatikan mereka. Setiap hari Minggu ada orang-orang seperti itu yang ke gereja kita, tetapi sejak mereka tiba di gereja sampai keluar lagi dari halaman gereja, tidak ada yang menyapa mereka. Atau apakah ada anggota gereja kita yang sejak keluar dari bak baptisan dan resmi kita terima menjadi anggota gereja, belum pernah ada jemaat yang menyapa mereka lagi. Apa yang Anda telah lakukan untuk mereka. Apakah Anda telah menjadi berkat bagi mereka? - Kita mengasihi gereja karena gereja terlihat seperti surga kecil di dunia ini. Orang-orang dari semua suku bangsa dan bahasa bergabung bersama, saling mengasihi dan bersama-sama melayani Kristus. Kita saling membutuhkan satu sama lain. Dengan talenta kita masing-masing kita melayani Kristus. Satu Korintus 12:22-23 menyatakan: “Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus”. Luar biasa persekutuan seperti yang akan kita alami di sorga nanati.
“Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. (Wahyu 22:3-5) - Kita mengasihi gereja kita karena anggotanya saling peduli. Dalam 1 Korintus 12: 25 – 27 tertulis: “supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memerhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya”. Kita mengasihi gereja kita (GBIK) karena kita hidup bersama dan melayani bersama dalam suasana penuh keharmonisan.
Sekarang mari kita memeriksa diri kita masing-masing. Apakah kita merasa bahwa kita adalah satu keluarga dalam Kristus. Kalau kita adalah satu keluarga mari kita saling mengasihi. Dalam masa pandemic di mana untuk sementara tidak dapat beribadah bersama di gedung gereja, juga tidak bisa melayani secara fisik dan berada di lokasi gereja kita, mari kita berusaha tetap dekat dengan sesama anggota gereja kita. Tetaplah mengikuti kegiatan-kegiatan gereja melalui on line sehingga kita masih bisa bertemu dan bertegur sapa. Seringlah menelpon teman-teman kelas SM, para lansia. Ingatlah murid-murid SM Asuhan, Indria, Pratama dan Madya. Mari menyapa dan saling menguatkan, juga para Remaja dan Kaum Muda. Kita adalah satu keluarga di dalam Kristus, kita saling mengasihi dan saling memberkati.
(JET10092021)
Pokok Doa:
- Doakan orang yang sakit baik ringan ataupun berat sehingga tidak dapat beraktivitas dapat dipulihkan dan disembuhkan dan dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala;
- Doakan untuk keamanan NKRI, baik diperkotaan hingga pelosok negeri tetap aman terkendali dan tidak mudah terprovokasi, setiap aparatur yang ada dari TNI-POLRI hingga swadaya masyarakat diberikan hikmat dari Tuhan;
- Para penginjil baik para misionaris, para pendeta, para diakon, para panitia dan jemaat terkhusus di GBIK dapat mengkabarkan Firman Tuhan dengan baik dan banyak jiwa yang dimenangkan.
- Doakan kegiatan ibadah doa fajar esok hari, jemaat dapat hadir untuk saling mendoakan, menguatkan dan terberkati oleh Firman Tuhan.
